MTQ Jadi Momen Persatuan, Gubernur Jateng: Bukan Sekadar Lomba
- 12 Sep 2026 20:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah. Gelaran MTQ dinilai menjadi momentum bersejarah sekaligus ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat.
Ahmad Luthfi mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasional di Jawa Tengah memiliki arti penting karena setelah 47 tahun, sejak 1979, ajang tersebut kembali digelar di provinsi ini. “Secara pribadi saya bersyukur bisa menjadi salah satu saksi terselenggaranya MTQ ke-31,” kata Ahmad Luthfi dalam sambutan pembukaan MTQ Nasional ke-XXXI di lapangan Pancasila Semarang pada Sabtu 12 September 2026..
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ dapat menjadi pesta rakyat yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Hal tersebut, menurutnya, terlihat dari kehadiran sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia dalam pembukaan MTQ, termasuk Gubernur Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Kalimantan Timur, serta Wali Kota Semarang.
“Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ahmad Luthfi juga menyebut MTQ memiliki pesan penting di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian. Ia berharap pelaksanaan MTQ dari Jawa Tengah dapat memancarkan pesan perdamaian bagi Indonesia dan dunia.
“Musabaqah Tilawatil Quran ada di Semarang, di Jawa Tengah. Akan dipancarkan kedamaian di seluruh Indonesia dan di seluruh dunia,” katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
Ahmad Luthfi juga memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah di Jawa Tengah yang turut mendukung dan mendampingi kafilah dari daerah masing-masing. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung keberhasilan Kalimantan Timur yang menjadi juara umum MTQ sebelumnya.
Menurutnya, kemenangan tersebut menunjukkan bahwa MTQ tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penduduk atau besarnya daerah. “Jawa Tengah hampir 38 juta, Kalimantan Timur jumlahnya hanya sekitar 5 juta, tetapi juara umumnya Kalimantan Timur. Itulah namanya Musabaqah Tilawatil Quran,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat tampil optimal tanpa terbebani kepentingan untuk sekadar menjadi juara. Ahmad Luthfi menilai seluruh peserta yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an pada hakikatnya merupakan juara.
Selain perlombaan, Ahmad Luthfi juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam rangkaian MTQ. Salah satunya melalui pembawaan Mars MTQ yang melibatkan ratusan ribu anak dan masyarakat di Kota Semarang.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat MTQ telah melampaui arena perlombaan. MTQ menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan, persatuan, dan semangat persaudaraan dalam kehidupan berbangsa.
Di akhir sambutannya, Ahmad Luthfi menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan kafilah dari berbagai penjuru Indonesia.
“Atas nama Gubernur, terima kasih dan selamat datang di Jawa Tengah, saudara-saudaraku dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Weh sampai Pulau Rote,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....