Kekurangan Air, Polres Demak Bersama Wartawan Bantu Ponpes Girikesumo
- 11 Sep 2026 16:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Polres Demak bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya menyalurkan empat tangki air bersih ke Pondok Pesantren Girikesumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat 11 September 2026. Bantuan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih para santri yang sempat mengalami keterbatasan pasokan dalam beberapa pekan terakhir.
Kasat Reskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian sekaligus kolaborasi antara kepolisian dan insan pers dalam merespons kebutuhan masyarakat. Informasi mengenai kondisi Pondok Pesantren Giri Kesumo yang mengalami keterbatasan air bersih menjadi dasar dilakukannya penyaluran bantuan.
"Kolaborasi, kerja sama, dan komunikasi antara Polres Demak dengan insan pers ini semoga dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Arlan. Menurut Arlan, air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi para santri, terutama untuk mandi, mencuci, serta menunjang kebutuhan ibadah.
Namun, berdasarkan keterangan pengelola pesantren, kondisi kekurangan air tersebut belum sampai mengganggu pelaksanaan ibadah. Kebutuhan air untuk wudu masih dapat dipenuhi sehingga para santri tidak sampai harus melakukan tayamum. Arlan mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengelola pesantren dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri.
Polres Demak, lanjut dia, juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Selain persoalan ketersediaan air, kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. "Kami akan berupaya melakukan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat, khususnya ketika menghadapi kekurangan air bersih," ujar Arlan.
Pengasuh Pondok Pesantren Giri Kesumo, Gus Hanif Maimun, mengatakan, sejumlah sumber air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pesantren mengalami penurunan debit selama sekitar tiga minggu hingga satu bulan. Beberapa sumber bahkan tidak lagi dapat dialirkan ke lingkungan pondok. Kondisi tersebut membuat pengelola pesantren harus mendatangkan air menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan para santri.
Keterbatasan air paling dirasakan untuk kebutuhan sehari-hari. Penggunaan air untuk mandi harus dikurangi, sementara kebutuhan mencuci dan pelayanan logistik pesantren juga ikut terdampak. "Kemarin yang agak terkendali itu kebutuhan mencuci dan pelayanan logistik pondok karena memang membutuhkan air cukup banyak. Kalau untuk ibadah, alhamdulillah masih bisa tercover dan belum sampai tayamum," kata Gus Hanif.
Saat ini kondisi sejumlah sumber air mulai membaik. Meski demikian, pengelola pesantren masih harus mengatur distribusi air untuk memenuhi kebutuhan pondok putra, pondok putri, serta berbagai lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren.
Gus Hanif berharap bantuan tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan air selama kondisi sumber air belum sepenuhnya pulih. "Harapannya bantuan air seperti ini bisa semakin menjangkau dan menutup kebutuhan para santri serta kegiatan yang ada di pondok," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....