Kafilah MTQ Nasional Berdatangan, 13 Venue Perlombaan di Semarang Dpastikan Siap

  • 11 Sep 2026 07:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI mulai menggeliat dengan kedatangan ratusan peserta dan ofisial dari berbagai provinsi ke Jawa Tengah. Hingga Kamis 10 September 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi tercatat telah tiba untuk mengikuti ajang nasional tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan telah dimatangkan, termasuk 13 venue perlombaan dan berbagai layanan pendukung bagi para kafilah. Hal itu disampaikannya saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau di Stasiun Tawang Semarang, Kamis, 10 September 2026 malam.

Menurutnya, Jawa Tengah siap menyambut ribuan tamu yang akan mengikuti MTQ Nasional XXXI. “Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Pemprov Jawa Tengah telah memastikan kesiapan penginapan bagi peserta, ofisial, dan kepala daerah yang hadir dalam perhelatan tersebut. Selain itu, layanan konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan juga telah disiapkan.

Sebanyak 13 lokasi akan digunakan untuk pelaksanaan cabang lomba dan kegiatan pendukung MTQ Nasional. Venue tersebut tersebar di sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan kawasan PRPP.

Untuk mendukung mobilitas peserta, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan 15 unit bus yang akan melayani kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu undangan. Setiap provinsi turut mendapatkan pendampingan khusus dari perangkat daerah agar kebutuhan peserta dapat terlayani secara optimal.

“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata karena sudah ada bus yang disiapkan,” jelas Taj Yasin.

Salah satu rombongan yang telah tiba lebih awal adalah Kafilah Papua Barat Daya yang dipimpin Wakil Gubernur Ahmad Nausrau. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Taj Yasin bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Stasiun Tawang.

Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Percakapan kedua pimpinan daerah itu mengalir santai menggunakan bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab yang sesekali diselingi senyum dan tawa.

Ahmad Nausrau mengaku terharu atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada rombongannya. Ia bahkan menyebut kedatangannya ke Jawa Tengah terasa seperti pulang kampung karena sang istri berasal dari Kabupaten Cilacap.

“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujarnya.

Menurut Ahmad, MTQ Nasional tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan persaudaraan antardaerah. Ia menilai penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah dapat menjadi referensi bagi Papua Barat Daya yang berkeinginan menjadi tuan rumah pada masa mendatang.

Kehadiran jajaran pimpinan Papua Barat Daya menjadi bentuk dukungan penuh kepada para qari dan qariah yang akan berlaga. Mereka sengaja datang lebih awal agar memiliki waktu beradaptasi dan memaksimalkan persiapan sebelum perlombaan dimulai.

“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujar Ahmad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....