Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa di Dua Sekolah Pati Alami Sakit Perut

  • 09 Sep 2026 15:06 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Keracunan MBG, Ratusan Murid Dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit

RRI.CO.ID, Pati: Ratusan siswa di dua sekolah di Kabupaten Pati mengalami gejala yang diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala tersebut dialami siswa SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati dalam waktu yang berdekatan, dengan keluhan utama berupa sakit perut dan mual.

Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 dari total 443 siswa kelas tujuh hingga sembilan mengalami gejala serupa. Selain siswa, 13 guru di sekolah tersebut juga dilaporkan mengalami mual dan sakit perut.

Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengatakan keluhan mulai diketahui pada Rabu pagi setelah siswa mengonsumsi menu nasi bakar dari MBG sehari sebelumnya. Sejumlah siswa mengaku sudah merasakan sakit perut sejak malam.

"Awal ketahuannya tadi pagi, anak-anak banyak yang ke kamar mandi. Kami tanya, ternyata mereka memang sudah merasakan sakit perut sejak semalam," ujar Istiana.

Sementara di MTs Negeri 3 Pati, sebanyak 127 dari 565 siswa mengalami gejala sakit perut sejak Selasa malam. Kepala MTs Negeri 3 Pati, Zaenal Arifin, juga menyoroti keterlambatan distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam kejadian tersebut.

"Ini yang terdampak sekitar 127 anak dari siswa kami yang berjumlah 565. Efek yang dirasakan anak mulai muncul sekitar pukul sepuluh malam berupa sakit perut," kata Zaenal Arifin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Lucky Pratugas Narimo, mengatakan penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil penyelidikan epidemiologis dan pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, siswa dan pihak lain yang mengalami gejala mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pati.

“Kami memastikan sampel makanan dari dapur SPPG telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di provinsi. Hasilnya akan diketahui dalam waktu hingga sepekan,” ujar Lucky.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati terus memantau kondisi seluruh siswa terdampak serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan fasilitas kesehatan setempat. Hasil pemeriksaan sampel makanan nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian yang dialami siswa di dua sekolah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....