Warga Grobogan 2 Bulan Kesulitan Air, Perhutani Salurkan Bantuan ke 24 Desa
- 09 Sep 2026 10:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID. Grobogan- Sejumlah warga di Kabupaten Grobogan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Bahkan, sebagian warga mengaku kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan dan memaksa mereka mencari air ke sungai atau membeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi kekeringan itu terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kradenan, Gabus, dan Pulokulon. Merespons kesulitan warga, Perhutani KPH Gundih bersama TNI, Polri, dan SMK Taruna Kradenan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut menyasar 24 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Penyaluran dilakukan secara langsung kepada warga yang membutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Waka Administratur KPH Gundih, Yulianto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus sinergitas antara Perhutani, TNI, Polri, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya yang terdampak kekeringan,” ujar Yulianto dalam siaran pers, Rabu, 9 September 2026.
Salah seorang warga penerima bantuan, Giyanto, mengatakan kesulitan mendapatkan air bersih telah dirasakan warga selama sekitar dua bulan. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah sekitar dua bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa mencari air ke sungai atau membeli air,” ungkapnya.
Menurut Giyanto, bantuan air bersih yang disalurkan Perhutani bersama TNI, Polri, dan SMK Taruna Kradenan sangat membantu warga. Bantuan tersebut setidaknya mengurangi beban masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi kemarau.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada KPH Gundih bersama TNI, Polri dan SMK Taruna Kradenan yang sudah peduli dan membantu masyarakat,” katanya.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu warga di wilayah yang masih mengalami kesulitan air selama musim kemarau. Sinergi lintas sektor juga diharapkan terus dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat di daerah yang terdampak kekeringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....