Musim Timuran, Nelayan Wonokerto Terjepit, Tangkapan Anjlok dan Lelang TPI Sepi
- 08 Sep 2026 14:44 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Musim Timuran, Nelayan Wonokerto Terjepit, Tangkapan Anjlok dan Lelang TPI Sepi
- Musim timuran kembali menjadi pukulan bagi nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
RRI.CO.ID, Pekalongan — Musim timuran kembali menjadi pukulan bagi nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Gelombang tinggi membuat aktivitas melaut terbatas, sementara hasil tangkapan ikan merosot tajam hingga membuat aktivitas lelang di TPI ikut lesu.
Nelayan asal Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Carsono, Selasa, 8 September 2026 mengatakan, hasil tangkapan saat ini jauh dari kondisi normal. Jika sebelumnya dalam sehari ia mampu membawa pulang sekitar empat basket ikan dengan nilai mencapai Rp800 ribu, kini hasilnya hanya sekitar satu basket dengan nilai sekitar Rp200 ribu.
Penurunan tersebut membuat pendapatan nelayan tertekan. Dengan hasil tangkapan yang minim, penghasilan dari melaut praktis hanya cukup untuk menutup sebagian kebutuhan operasional, bahkan belum memperhitungkan biaya lain yang harus dikeluarkan nelayan.
Kondisi semakin berat karena nelayan juga menghadapi persoalan ketersediaan solar subsidi. Bahan bakar yang menjadi kebutuhan utama untuk melaut itu tidak selalu mudah diperoleh, sehingga nelayan harus mengatur ketat jadwal keberangkatan mereka.
"Untuk solar kita dapat pasokan dari SPBN. Tiga puluh liter untuk kebutuhan dua hari melaut," ujar Carsono.
Keterbatasan solar tersebut membuat nelayan tidak bisa melaut setiap hari. Mereka terpaksa hanya melaut dua hari sekali, menyesuaikan ketersediaan bahan bakar dan kondisi laut.
Bagi nelayan kecil, situasi tersebut menjadi pukulan berlapis.
Ketika cuaca tidak bersahabat, kesempatan melaut berkurang. Saat berhasil melaut pun, hasil tangkapan tidak sebanding dengan kondisi normal.
Di sisi lain, kebutuhan solar tetap menjadi beban yang harus dipenuhi. Dampaknya langsung terasa di TPI Wonokerto, di mana aktivitas pelelangan ikan yang biasanya menjadi denyut ekonomi kawasan tersebut ikut merosot karena pasokan ikan dari nelayan menurun drastis.
Pengurus TPI Wonokerto, Suratno, mengatakan aktivitas lelang sejak Agustus 2026 hingga September ini belum kembali normal. Bahkan sepanjang Agustus, aktivitas lelang disebut sama sekali tidak berjalan karena nelayan tidak dapat melaut.
"Sejak bulan Agustus sampai sekarang belum normal. Bulan Agustus malah sama sekali tidak ada lelang. Nelayan tidak bisa melaut," kata Pak No.
Memasuki September, aktivitas lelang mulai terlihat meski belum kembali seperti kondisi normal. Menurut Suratno, sudah ada hasil tangkapan yang masuk, namun jumlahnya masih terbatas.
Kondisi ini menunjukkan bahwa musim timuran bukan sekadar persoalan cuaca bagi nelayan Wonokerto. Gelombang tinggi, terbatasnya solar subsidi, berkurangnya hari melaut, hingga anjloknya hasil tangkapan berujung pada lesunya aktivitas ekonomi di TPI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....