Harga Bahan Baku Batik Naik, Produksi Perajin Pekalongan Menurun

  • 08 Sep 2026 08:53 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Harga Bahan Baku Batik Naik, Produksi Perajin Pekalongan Menurun
  • Kenaikan harga bahan baku, ditambah melemahnya permintaan, menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan usaha kecil dan menengah

RRI.CO.ID, Pekalongan — Kenaikan harga bahan baku batik membuat aktivitas produksi sejumlah perajin batik di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami penurunan. Kondisi tersebut juga berdampak pada menurunnya permintaan produk batik dan usaha konveksi.

Salah seorang perajin batik asal Desa Tegaldowo RT 001/RW 02, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Nurcahyo, Selasa 8 September 2026 mengungkapkan, Kondisi produksi saat ini cenderung sepi dibandingkan awal tahun 2026. Kenaikan harga sejumlah bahan baku batik membuat biaya produksi semakin tinggi, Di sisi lain, permintaan dari konsumen belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Sekarang memang produksi agak sepi. Harga bahan baku naik, kisaran 5-10 persan, obat batik dari Rp110 ribu/ kg sekarang menjadi Rp115 ribu, sementara permintaan juga menurun. Dibandingkan awal tahun 2026, kondisi sekarang jauh lebih sepi.”

Sepinya produksi batik ternyata turut memberikan dampak terhadap pelaku usaha lain yang bergantung pada sektor tersebut, termasuk perajin dan pelaku UMKM konveksi. Pelaku usaha konveksi,

Hj Muafah mengatakan saat ini permintaan pesanan juga mengalami penurunan, Kondisi tersebut membuat para perajin dan pelaku UMKM merasa resah karena pendapatan ikut terdampak.

"Sekarang permintaan memang sepi dibandingkan awal tahun baru 2026. Kondisi ini membuat kami sebagai perajin dan pelaku UMKM konveksi cukup resah, karena orderan berkurang dan otomatis penghasilan juga ikut menurun.” terangnya.

Kenaikan harga bahan baku, ditambah melemahnya permintaan, menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi bagian penting dari industri batik dan konveksi di Kabupaten Pekalongan.

Para pelaku usaha berharap kondisi pasar dapat kembali membaik sehingga produksi batik dan usaha konveksi di Kabupaten Pekalongan kembali bergairah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....