Dampak Erupsi Anak Krakatau, KAI DAOP 4 Antisipasi Lonjakan Penumpang ke Jakarta
- 07 Sep 2026 14:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang disertai sebaran abu vulkanik mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengantisipasi lonjakan kebutuhan perjalanan masyarakat menuju Jakarta.
Langkah tersebut dilakukan di tengah penyesuaian operasional sejumlah moda transportasi akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. KAI Daop 4 Semarang memperkuat layanan kereta api untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terlayani, khususnya pada perjalanan menuju wilayah Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa KAI berkomitmen menjaga keandalan ekosistem transportasi publik nasional di setiap situasi. Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi lonjakan kebutuhan perjalanan masyarakat menuju Jakarta, KAI Daop 4 Semarang telah mengoperasikan KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir mulai Minggu 6 September dan hari ini senin 7 September 2026 dengan kapasitas 570 tempat duduk.
“Kebutuhan perjalanan masyarakat memang menunjukkan peningkatan. Selama periode Jumat hingga Minggu, 4–6 September 2026, KAI Daop 4 Semarang mencatat total 129.512 pelanggan, terdiri dari 65.856 pelanggan naik atau berangkat dan 63.656 pelanggan turun atau datang,” jelasnya
Menurutnya, jumlah tersebut meningkat 5 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya, 28–30 Agustus 2026, yang tercatat melayani 123.363 pelanggan. Pada periode tersebut, sebanyak 63.525 pelanggan berangkat dan 59.838 pelanggan datang di wilayah Daop 4 Semarang.
Tingginya mobilitas pelanggan didominasi perjalanan pada relasi lintas utara Jawa menuju wilayah barat, terutama Jakarta dan Bandung, serta menuju wilayah timur, yakni Surabaya. Kondisi tersebut turut menjadi dasar KAI dalam menyiapkan tambahan kapasitas perjalanan.
Selain KA tambahan Semarang Tawang–Gambir, KAI Daop 4 Semarang hari ini kembali menambah susunan rangkaian pada sejumlah kereta api yang melintas maupun beroperasi di wilayah Semarang. KA Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi PP beroperasi dengan formasi 9 Kereta Eksekutif, sedangkan KA Gumarang relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi PP menggunakan formasi 4 Kereta Eksekutif dan 7 Kereta Ekonomi.
Penambahan kapasitas juga dilakukan pada KA Gunung Jati relasi Gambir–Semarang Tawang PP dengan rangkaian 5 Kereta Eksekutif dan 5 Kereta Ekonomi. Stamformasi turut ditambah pada KA pendukung lintas barat Daop 4, yakni KA Tegal Bahari relasi Pasarsenen–Tegal PP.
“KAI Daop 4 Semarang terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Penambahan kapasitas rangkaian, baik pada KA yang melintas di koridor utara maupun yang berangkat langsung dari Semarang Tawang, merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan ketersediaan kursi serta kelancaran perjalanan masyarakat,” terang Luqman.
Dari sisi keselamatan operasional, Luqman memastikan seluruh koridor jalur rel di wilayah Daop 4 Semarang berada dalam status aman terkendali. Petugas pemeriksa jalur (PPJ), unit sinyal telekomunikasi, serta tim teknisi sarana disiagakan untuk memastikan seluruh sistem filter pendingin udara kereta maupun persinyalan berfungsi prima dan bebas dari gangguan debu vulkanik.
KAI mengimbau masyarakat yang akan bepergian untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya. "Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api. Dalam setiap perjalanan, KAI senantiasa menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas tertinggi," tutup Luqman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....