Batik Ciprat Karya Disabilitas Curi Perhatian di RRI Fest Semarang 2026

  • 06 Sep 2026 09:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Karya batik ciprat buatan siswa disabilitas menjadi salah satu daya tarik dalam gelaran RRI Fest Semarang, Minggu 6 September 2026. Kehadiran stan khusus disabilitas tidak hanya menarik perhatian pengunjung, tetapi juga membuka ruang apresiasi bagi karya kreatif yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.

Puluhan lembar batik ciprat hasil karya siswa SLB Negeri Semarang dipamerkan dan dipasarkan dalam kegiatan tersebut. Corak yang unik dan dibuat secara manual menjadi nilai tersendiri yang membuat banyak pengunjung tertarik untuk melihat lebih dekat bahkan membelinya.

Kepala Stasiun LPP RRI Semarang, Bambang Dwiana, mengatakan keterlibatan penyandang disabilitas dalam RRI Fest merupakan bagian dari komitmen RRI untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. RRI ingin menjadi rumah bersama yang memberi kesempatan setara bagi semua komunitas untuk tampil dan berkembang.

“Kami menghadirkan stan khusus untuk disabilitas dan juga teman-teman dari lapas. Kami ingin menunjukkan bahwa RRI itu inklusif dan menjadi milik kita semua,” kata Bambang yang turut membeli batik ciprat disabilitas.

Salah seorang penyandang disabilitas yang terlibat dalam pameran, Husen, menjelaskan batik ciprat yang dipamerkan merupakan karya murni siswa-siswi SLB Negeri Semarang. Pada RRI Fest kali ini, sedikitnya 70 lembar kain batik ciprat dibawa untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Menurut Husen, batik ciprat memiliki keunikan yang membedakannya dari produk batik lainnya. Teknik ciprat yang digunakan menghasilkan motif yang tidak pernah sama sehingga setiap karya memiliki karakter dan nilai artistik tersendiri.

Ia menuturkan batik ciprat yang kini banyak dikenal masyarakat berawal dari kreativitas siswa-siswi SLB. Karena itu, keberadaan pameran seperti RRI Fest menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan sejarah sekaligus kualitas karya yang dihasilkan para siswa disabilitas.

Husen mengaku antusiasme pengunjung terhadap batik ciprat cukup tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Selain memberikan apresiasi, banyak pengunjung juga menunjukkan ketertarikan untuk membeli dan mendukung pemasaran produk tersebut.

Saat ini, pemasaran batik ciprat masih dilakukan melalui galeri dan kegiatan yang melibatkan SLB Negeri Semarang. Meski belum dipasarkan secara luas melalui platform digital, karya-karya tersebut terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Keikutsertaan batik ciprat dalam RRI Fest diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para siswa disabilitas. Melalui karya yang mereka hasilkan, para siswa membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkarya dan berprestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....