Pohon Tumbang di Jl Pandanaran Semarang, Agustina Sampaikan Permohonan Maaf

  • 05 Sep 2026 10:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Pohon jenis Soga tumbang di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, pada Jumat 4 September 2026, peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan duka cita mendalam dan permohonan maaf kepada korban serta keluarga.

"Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Penanganan serta pendampingan bagi korban dan keluarga menjadi prioritas utama kami," ujar Agustina di sela-sela acara silaturahmi dan pembekalan dengan kafilah MTQ Nasional XXXI asal Kota Semarang, Jumat 4 September 2026.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang memastikan memberikan pendampingan penuh dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk penanganan korban. Sesaat setelah kejadian, petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang langsung diterjunkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon agar arus lalu lintas kembali lancar.

Penyebab Diduga dari Struktur Tanah

Agustina menuturkan, Pemkot akan memperkuat sistem pemeliharaan dengan teknologi tree scanning untuk memindai kondisi dalam batang hingga perakaran. "Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal," tegasnya.

Selain itu, Pemkot Semarang mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal atau ruas jalan yang dinilai membahayakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. "Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga," pungkas Agustina.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati menjelaskan, pemeliharaan dan pemangkasan pohon di Jalan Pandanaran sebenarnya sudah dilakukan secara rutin.

Pemangkasan terakhir dilakukan pada 30 April 2026 sebagai bagian dari deteksi dini pohon berisiko.

Namun, hasil investigasi awal menunjukkan pohon tumbang dipicu oleh kondisi struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan perakaran. "Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa," kata Pipik sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, Disperkim terus bekerja maksimal dalam melakukan perempelan serta pemotongan pohon rawan di seluruh wilayah Semarang. Jika ditemukan pohon yang kondisinya rusak dan berpotensi tinggi untuk tumbang, tindakan tegas langsung diambil.

"Pohon rusak yang berpotensi tinggi tumbang langsung kami eksekusi dengan pemotongan hingga ke pangkalnya. Adapun untuk perempelan dilakukan secara bertahap namun menyeluruh di wilayah Kota Semarang. Saat ini, perempelan dilaksanakan bertahap mengingat keterbatasan personel dan peralatan, di mana kami menyiagakan 6 armada rempel pohon," jelasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....