Pemprov Jateng Apresiasi Festival Kota Lama dan Dukung Perpanjangan Hingga MTQ
- 05 Sep 2026 05:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kota Lama Semarang yang dinilai mampu memadukan pelestarian kawasan bersejarah dengan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, keberadaan Festival Kota Lama menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Tengah.
"Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi Festival Kota Lama, karena Kota Lama ini sekali lagi mempunyai peninggalan sejarah yang kita jaga dan juga dikolaborasikan dengan ekonomi kreatif, sehingga ini juga akan menambah ekonomi Kota Semarang," kata Sumarno usai menghadiri pembukaan Festival Kota Lama, Jumat 4 September 2026 malam.
Menurutnya, pengembangan kawasan bersejarah melalui kegiatan kreatif dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, Pemprov Jateng berharap Festival Kota Lama terus berkembang dan memiliki dampak yang semakin besar bagi Kota Semarang.
"Kami berharap event ini ke depan makin maju lagi dan juga punya dampak yang besar untuk Kota Semarang. Karena kami dari pemerintah juga punya program untuk pengembangan pariwisata. Ini adalah bagian dari pengembangan pariwisata di Jawa Tengah," ujarnya.
Sumarno juga mendukung rencana perpanjangan pelaksanaan Festival Kota Lama yang akan diselaraskan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Kota Semarang. Menurutnya, perpanjangan festival tersebut merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan momentum kedatangan ribuan peserta dan keluarga kafilah dari berbagai daerah ke Kota Semarang.
"Kalau itu kami sangat setuju juga. Ini masalah momentum. Festival Kota Lama akan diperpanjang bersamaan dengan kegiatan MTQ ke-31 di Kota Semarang, sehingga tentu saja akan menjadikannya lebih besar lagi," katanya. Ia menyebut, pelaksanaan MTQ Nasional ke-31 diperkirakan akan mendatangkan sekitar tujuh ribu anggota kafilah ke Kota Semarang. Jumlah tersebut belum termasuk keluarga dan pendamping peserta yang diperkirakan dapat mencapai belasan ribu orang.
"Kalau tidak diperpanjang ini eman-eman, karena dari delegasi saja kafilah itu sekitar tujuh ribuan. Itu keluarganya kan sampai sekitar sepuluh ribu sampai lima belas ribu orang masuk ke Semarang," ujarnya. Menurut Sumarno, tingginya jumlah kunjungan tersebut harus dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelaku usaha di Kota Semarang.
Ia berharap Festival Kota Lama dapat terus berlangsung hingga rangkaian kegiatan MTQ Nasional selesai, sehingga para peserta dan pengunjung memiliki alternatif destinasi wisata sekaligus dapat menikmati kekayaan sejarah dan budaya Kota Semarang. "Kalau momentumnya tidak bisa mengambil kesempatan ini sayang sekali. Bisa langsung diperpanjang sampai dengan kegiatan MTQ selesai," kata Sumarno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....