PLTP Gunung Ungaran Masih Dikaji, Potensi Listrik Diperkirakan Capai 55 MW

  • 30 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang - Rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ungaran masih dalam tahap kajian. Pemerintah Kabupaten Semarang menyebut penelitian ulang masih dilakukan untuk memastikan potensi energi panas bumi di kawasan tersebut sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya.

Sebelumnya, potensi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik hingga 55 Megawatt (MW). Untuk mengetahui dan memastikan potensi tersebut, direncanakan dilakukan pengeboran eksplorasi dengan kedalaman sekitar 1.900 hingga 2.200 meter.

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro mengatakan, hingga saat ini hasil kajian terbaru terkait potensi panas bumi Gunung Ungaran belum sepenuhnya dipelajari oleh Pemerintah Kabupaten Semarang. Informasi dan hasil rilis terkait potensi tersebut berada dalam mekanisme perizinan dan koordinasi dengan instansi terkait.

Menurutnya, pemerintah daerah juga belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena proyek tersebut masih dalam tahap penelitian dan pengkajian ulang. “Di Gunung Ungaran masih dalam kajian dan kita belum sosialisasikan kepada warga karena memang masih diteliti ulang tentang potensinya,” ujarnya kepada wartawan Kamis, 20 Agustus 2026

Terkait kemungkinan dampak terhadap aktivitas masyarakat, Sekda menegaskan kegiatan pengeboran nantinya hanya akan dilakukan pada titik-titik tertentu dan tidak mencakup wilayah yang luas. Area yang digunakan untuk satu titik sumur, menurutnya, relatif terbatas diperkirakan radius sekitar 100 meter.

“Aktivitas warga saya kira hanya daerah tertentu saja. Jadi tidak seperti yang dibayangkan akan berdampak luas. Untuk daerah yang diambil, misalnya lokasi sumur, itu pun hanya area dengan diameter sekitar 100 meter dan dilakukan di beberapa titik,” jelasnya.

Selain Gunung Ungaran, lanjut dia, potensi pengembangan energi panas bumi juga terdapat di kawasan Gunung Telomoyo. Sekda menilai pengembangan energi panas bumi dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, terutama dalam mendukung ketersediaan energi listrik serta mendorong perkembangan wilayah.

Ia mencontohkan pengembangan panas bumi di kawasan Dieng yang selama ini telah berjalan. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bahwa pengembangan energi panas bumi dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan lingkungan.

“Daerah bisa maju dan kebutuhan energi listrik dapat terpenuhi. Itu yang paling jelas manfaatnya,” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan pembangkit panas bumi tidak akan mengganggu keberadaan sejumlah kawasan wisata dan fasilitas di sekitar Gunung Ungaran, termasuk kawasan Candi Gedong Songo. “Pengembangan panas bumi akan memiliki penanganan dan perlakuan tersendiri sehingga keberadaannya tidak serta-merta terganggu,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....