Dyah Anggraeni, Governor Rotary Kini Pimpin Yayasan Jantung Indonesia Jateng
- 29 Agt 2026 11:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – District Governor Rotary International District 3420, dr Dyah Anggraeni, M.Kes., Sp.PK., resmi memimpin Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Jawa Tengah setelah dilantik di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Sabtu 29 Agustus 2026. Dyah menggantikan Sri Lestari Soediro yang telah memimpin organisasi tersebut selama lima tahun terakhir.
Pelantikan ini menjadi babak baru bagi YJI Jawa Tengah yang selama ini aktif mengampanyekan pola hidup sehat dan pencegahan penyakit jantung. Sosok Dyah dinilai memiliki bekal kuat untuk melanjutkan dan memperluas program-program kesehatan jantung di Jawa Tengah.
Selain menjabat District Governor Rotary International District 3420 periode 2025–2026 yang mencakup wilayah Jawa, Bali, dan Indonesia bagian timur, Dyah juga dikenal sebagai pemimpin Laboratorium Klinik CITO. Pengalaman di bidang kesehatan dan jejaring sosial kemasyarakatan menjadi modal penting untuk memperkuat peran YJI di tengah masyarakat.
Ketua YJI Jawa Tengah periode sebelumnya, Sri Lestari Soediro, mengaku optimistis organisasi yang dipimpinnya selama lima tahun terakhir akan berkembang lebih baik di bawah kepemimpinan Dyah. Menurutnya, kombinasi kemampuan profesional, kepedulian sosial, dan pengalaman memimpin organisasi menjadi kekuatan tersendiri bagi penerusnya tersebut.
“Jadi saya percaya semoga Bu Dyah ini bisa melanjutkan saya. Saya percaya 1000 persen lebih bisa dari saya,” kata Soediro.
Selama masa kepemimpinannya, Soediro mengaku fokus membantu penanganan anak-anak dengan penyakit jantung bawaan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Tercatat sekitar 300 anak telah mendapatkan pendampingan, termasuk 16 anak yang ditangani hanya dalam bulan terakhir.
Program tersebut menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Cilacap, Wonosobo, Demak, hingga daerah-daerah lainnya. Menurut Soediro, upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung harus terus dijaga dan diperluas.
Ia menyebut jaringan YJI Jawa Tengah telah berkembang hingga tingkat kelurahan melalui pembentukan Pojok Jantung Sehat. Kehadiran komunitas tersebut menjadi sarana edukasi dan promosi gaya hidup sehat bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Dyah Anggraeni menegaskan akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan dan edukasi kesehatan jantung. Kolaborasi akan dilakukan dengan rumah sakit, fasilitas kesehatan, BPJS, dunia usaha, dan berbagai organisasi masyarakat.
“Kami akan meningkatkan sinergi dengan rumah sakit, dengan fasilitas kesehatan, dengan BPJS, dengan perusahaan-perusahaan, para pengusaha. Supaya kita bisa meluaskan layanan Klub Jantung Sehat khususnya di area Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Selain itu, YJI Jawa Tengah juga akan mengembangkan pelatihan penanganan henti jantung mendadak atau bantuan hidup dasar. Program tersebut dirancang menyasar fasilitas kesehatan, perusahaan, hingga masyarakat umum agar semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan melalui pertolongan pertama yang tepat.
Di bawah kepemimpinannya, Dyah juga menaruh perhatian besar pada edukasi kesehatan jantung bagi generasi muda. Langkah itu dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penyakit jantung yang kini mulai menyerang usia produktif.
“Karena sekarang penyakit jantung itu tidak menunggu tua. Jadi, mulai muda bisa terkena penyakit jantung,” katanya.
Untuk mendukung upaya tersebut, YJI Jawa Tengah menyiapkan kader-kader muda melalui berbagai kegiatan olahraga dan edukasi kesehatan. Program yang telah berjalan antara lain senam lompat tali bagi siswa SD dan SMP serta aktivitas komunitas kesehatan bagi pelajar SMA dan mahasiswa.
Dyah menjelaskan, pelatihan akan dilakukan melalui kerja sama dengan sekolah, guru, dosen, dan komunitas olahraga masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, edukasi kesehatan jantung diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak muda dan membentuk budaya hidup sehat sejak usia dini.
Melalui penguatan kolaborasi dan regenerasi kader kesehatan, YJI Jawa Tengah menargetkan gerakan pencegahan penyakit jantung semakin masif di seluruh daerah. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat posisi YJI sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....