Djarum Foundation Perluas Gerakan Keluarga Sehat ke Masyarakat
- 29 Agt 2026 11:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Target Kabupaten Kudus mencapai zero stunting pada 2030 mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui program Festival Keluarga Sehat yang digagas Bakti Sosial Djarum Foundation dan MilkLife sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi kesehatan hingga ke tingkat keluarga dan desa.
Festival ini berlangsung dari hari Sabtu dan Minggu (29-30 Agustus 2026) di alun – alun Kudus. Program tersebut dinilai penting karena penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui fasilitas kesehatan.
Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, relawan, hingga masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan dan lingkungan yang sehat sejak dini. Hadir dalam acara tersebut Bupati Kudus Samani Intakoris, Sekda Kudus Eko Djumartono, General Manager Community Development PT. Djarum Ahmad Budiarto serta jajaran pejabat dilingkungan pemkab Kudus.
Festival Keluarga Sehat ini dibuka oleh Bupati Kudus Samani Intakoris. Bupati Kudus menyampaikan, di tingkat desa sebenarnya telah tersedia berbagai unsur pendukung, mulai dari bidan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pendamping desa.
“Dengan dukungan edukasi dan support dari Djarum Foundation ini dampaknya sangat besar. Kita berharap target 2030 ini kita zero stunting,” ujarnya.
Menurutnya, upaya mencapai target tersebut akan dilakukan melalui berbagai intervensi. Tidak hanya menyangkut makanan dan pemenuhan gizi, tetapi juga edukasi, keluarga sehat, lingkungan sehat, serta pendampingan terhadap ibu sejak masa kehamilan hingga proses persalinan. Intervensi tersebut akan melibatkan Djarum Foundation, Dinas Kesehatan, relawan, serta seluruh komponen masyarakat.
“Lewat makanan, lewat edukasi, lewat keluarga sehat, lingkungan sehat dan termasuk pengetahuan dari ibu, baik itu waktu hamil sampai melahirkan ada pengawalan dari pemerintah,” katanya.
Komitmen tersebut juga mendapat dukungan dari Djarum Foundation. General Manager Community Development PT. Djarum Ahmad Budiarto mengatakan target zero stunting menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi melalui kolaborasi.
Pihaknya juga memiliki komitmen untuk menjadi salah satu mitra terbaik dalam mendukung penanganan kesehatan, termasuk persoalan stunting di Kabupaten Kudus. “Kita memang siap untuk mendukung apa yang disampaikan Pak Bupati tadi, dan kita mulainya dari bawah,” ujarnya.
Budi menjelaskan, perhatian terhadap kesehatan di lingkungan Djarum pada awalnya lebih banyak berfokus pada karyawan. Namun, seiring waktu, program tersebut dinilai perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara umum.
“Sekarang sudah waktunya buat kami semua untuk melebarkan apa yang kita lakukan ini bukan hanya pada karyawan, tapi juga masyarakat secara umum,” katanya.
Salah satu bentuk perluasan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Keluarga Sehat yang kini telah memasuki penyelenggaraan ketiga. Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan berbagai edukasi dan praktik mengenai cara menangani serta merawat anak, terutama pada masa tumbuh kembang.
Budi menilai persoalan yang masih menjadi tantangan di masyarakat salah satunya adalah pengetahuan. Banyak ibu yang belum terbiasa mendapatkan informasi maupun pelayanan kesehatan secara optimal.
“Masalah utamanya adalah pengetahuan dan edukasi yang mereka harus dapatkan. Di sinilah mereka dapatkan itu semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai hal yang diberikan dalam festival sebenarnya merupakan praktik yang sudah biasa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, melalui kegiatan tersebut, pengetahuan dan pelayanan itu dibawa lebih dekat kepada masyarakat.
Budi menyebut pelaksanaan Festival Keluarga Sehat selama tiga tahun merupakan bagian dari komitmen Djarum untuk memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Kudus. Menurutnya, Djarum lahir dan tumbuh di Kudus sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi terhadap kemajuan daerah, tidak hanya dalam persoalan kesehatan.
“Karena sebetulnya kita tangani bukan hanya masalah kesehatan ini saja. Kita keseluruhan ingin membuat Kudus ini menjadi suatu kabupaten yang memang bisa dibanggakan untuk kita semua,” tuturnya.
Ia menegaskan, upaya tersebut membutuhkan kerja sama tiga unsur utama, yakni pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Ini memang perlu kerja sama dari semua pihak, dari pihak pemerintah daerah, dari pihak pengusaha dan masyarakat juga. Tiga inilah yang coba dibangun bersama-sama, salah satunya melalui kegiatan ini.
Sementara itu, Pemkab Kudus melalui Dinas Kesehatan memastikan akan terus mengawal program-program yang mendukung visi pembangunan kesehatan, termasuk target zero stunting 2030.
“Dukungannya seperti apa dengan adanya program ini? Kami siap mengawal program-program visi-visi dari Pak Bupati. Tadi salah satunya, 2030 kita usahakan semaksimal mungkin stunting dengan ada kolaborasi, dan salah satunya dengan Djarum Foundation. Kita akan siap mengawal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dr. Abdul Hakam.
Selain stunting kata dia, persoalan keluarga berencana (KB) dan sanitasi juga dinilai perlu mendapat perhatian. Program KB disebut perlu kembali diperkuat sebagai bagian dari upaya mengendalikan kehamilan dan menjaga kesehatan keluarga.
Di sisi lain, sanitasi menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan sanitasi yang baik, berbagai penyakit dapat ditekan sehingga secara tidak langsung turut membantu mengurangi persoalan kesehatan seperti stunting.
Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan dan masyarakat, Festival Keluarga Sehat diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Edukasi yang diberikan diharapkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga target Kudus menuju zero stunting pada 2030 dapat diwujudkan. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....