Stop Gonta-ganti Pengurus, KONI Pekalongan Diminta Kejar Prestasi di Porprov 2026

  • 28 Agt 2026 12:43 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • KONI Kabupaten Pekalongan Diminta Kejar Prestasi di Porprov 2026 Jangan Gonta-ganti Pengurus
  • KONI memiliki posisi strategis karena menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun prestasi olahraga. Untuk itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat.

RRI.CO.ID, Pekalongan - Estafet pembinaan olahraga di Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru. Pengurus Antar Waktu (PAW) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028 resmi dilantik, Kamis 28 Agustus 2026. Di balik pelantikan itu, terselip pekerjaan rumah besar: KONI dituntut segera membuktikan bahwa perubahan kepengurusan mampu berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet Kabupaten Pekalongan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar yang hadir mewakili Plt Bupati Pekalongan secara terbuka meminta pengurus baru bergerak cepat. Ia mengingatkan agar KONI tidak terus-menerus melakukan pergantian kepengurusan sehingga mengganggu kesinambungan pembinaan olahraga.

“Pengurus baru harus gerak cepat dan punya PR berat, jangan sering-sering PAW. Fokus pada program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam membangun olahraga dan mendulang prestasi,” tegas Yulian.

Menurutnya, perkembangan Kabupaten Pekalongan di berbagai sektor harus diikuti capaian yang lebih baik di bidang olahraga. Kabupaten Pekalongan dinilai memiliki potensi atlet yang cukup besar untuk dikembangkan.

“Di berbagai lini Kabupaten Pekalongan sudah baik. Sudah saatnya prestasi olahraga juga baik,” ujarnya.

Salah satu modal tersebut adalah keberadaan atlet muda yang kini dipersiapkan memperkuat Kontingen Kabupaten Pekalongan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Sejumlah atlet bahkan masih berstatus pelajar sehingga memiliki ruang panjang untuk dikembangkan.

“Banyak atlet kita yang masih pelajar. Ini menjadi bibit unggul yang masih bisa dikembangkan,” kata Yulian.

Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis berubah menjadi prestasi tanpa pembinaan yang konsisten. Oleh karena itu, Yulian menekankan agar program olahraga tidak berhenti hanya pada persiapan menghadapi satu ajang kompetisi. KONI perlu memiliki desain pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong keterlibatan lebih luas dari dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah dan KONI, kata Yulian, tidak mungkin bekerja sendiri untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat.

“Olahraga tidak bisa sendiri. Harus kolaborasi,” ucapnya.

KONI diminta memperluas komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pekalongan agar dukungan terhadap pembinaan atlet semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting, terutama untuk menopang kebutuhan pembinaan, pelatihan, kompetisi, hingga pengembangan atlet potensial.

Pesan serupa disampaikan Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso yang mewakili Ketua KONI Jateng. Ia meminta kepengurusan baru tidak menjadikan pelantikan sebagai seremoni belaka.

Menurut Budi, kekuatan organisasi menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak prestasi. Oleh karena itu, KONI Kabupaten Pekalongan diminta membangun kepengurusan yang solid dan tidak kembali terjebak dalam siklus pergantian pengurus.

“Penguatan organisasi KONI harus semakin kuat. Tidak perlu gonta-ganti kepengurusan lagi,” ujar Budi.

Ia menegaskan KONI memiliki posisi strategis karena menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun prestasi olahraga. Untuk itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat.

Budi juga menyoroti momentum Porprov XVII Jawa Tengah yang semakin dekat. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 25 Oktober 2026 dan menjadi ujian pertama bagi kepengurusan baru untuk menunjukkan hasil kerja nyata.

Ia berharap Kabupaten Pekalongan tidak sekadar menjadi peserta, tetapi mampu memberi warna dalam Porprov Jawa Tengah 2026 sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet potensial untuk bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). “Pelantikan ini bukan hanya seremonial awal, tetapi sebuah titik awal untuk membanggakan Kabupaten Pekalongan,” tegas Budi.

Dalam agenda tersebut juga dilakukan pengukuhan atlet dan pelatih Kontingen Kabupaten Pekalongan. Mereka akan berlaga di Porprov XVII Jawa Tengah 2026

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....