Semarang Tertinggi Peredaran Gelap Narkoba di Jateng, Vape Jadi Ancaman Baru

  • 26 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Semarang menjadi daerah dengan peredaran gelap narkoba tertinggi di Jawa Tengah, disusul Surakarta dan Banyumas. Hal itu disampaikan Sri Nurliyani, penyuluh narkoba ahli madya BNNP Jawa Tengah.

Demikian disampaikan pada Seminar Edukasi Pencegahan Narkotika Menuju Jateng Bersinar digelar FPPI Jawa Tengah di Auditorium RRI Semarang, Rabu 26 Agustus 2026

Menurutnya, kondisi demografi dan geografis Indonesia menjadikan negara ini wilayah strategis bagi peredaran gelap narkoba. Modus peredaran pun terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

"Sindikat narkoba internasional menyasar Indonesia sebagai pasar. Karena harga jual narkoba lebih tinggi dibanding dengah harga narkoba di beberapa negara tetangga," ungkap Nurliyani.

Ancaman modern terlihat dari pemanfaatan vape untuk menyebarkan zat berbahaya. Sebanyak 341 sampel cairan vape diperiksa dalam pengawasan terhadap peredaran narkoba.

Hasil pemeriksaan menemukan 35 sampel mengandung narkoba. Temuan tersebut terdiri atas 23 sampel etomidate, 11 synthetic cannabinoid, dan satu sampel sabu.

Data tersebut menunjukkan berkembangnya ancaman zat psikoaktif baru atau NPS. Secara global, tercatat 1.470 jenis zat baru telah beredar.

Fenomena whip pink juga menjadi perhatian karena dapat menyebabkan kerusakan otak dan kematian mendadak. Kontaminasi vape ditemukan mengandung etomidate dan synthetic cannabinoid.

Etomidate kini ditetapkan sebagai narkotika golongan II melalui regulasi Kementerian Kesehatan. Temuan ini menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap produk vape dan modus peredaran narkoba baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....