Kekeringan Dongkrak Biaya Produksi Petani Kendal

  • 25 Agt 2026 18:30 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Musim kemarau menyebabkan debit air menurun dan pasokan jaringan irigasi tidak mampu menjangkau sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
  • Petani terpaksa menggunakan pompa untuk mengairi sawah, yang mengakibatkan pengeluaran biaya tambahan untuk bahan bakar minyak secara berulang kali.
  • Ketua HKTI Kabupaten Kendal menyatakan bahwa penggunaan pompa menjadi beban ekonomi tersendiri bagi petani ketika kondisi lahan mengalami kekeringan.

RRI.CO.ID., Semarang - Musim kemarau mulai mempengaruhi peningkatan beban produksi petani di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terutama bagi petani yang mengandalkan pompa untuk mengairi sawah. Kondisi tersebut terjadi karena debit air menurun dan pasokan dari jaringan irigasi tidak mampu menjangkau sejumlah lahan pertanian.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kendal, Tardi, mengatakan penggunaan pompa membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar minyak. Biaya tersebut menjadi beban tersendiri karena pompa harus digunakan berulang kali selama kondisi lahan mengalami kekeringan.

"Untuk lahan setengah hektare, pompa bisa digunakan sampai tiga hari tiga malam, dengan kebutuhan BBM sekitar 20 liter per hari. Kalau dilakukan berulang kali selama musim kemarau, biaya BBM saja bisa mencapai sekitar dua juta rupiah lebih, belum termasuk tenaga dan kebutuhan lainnya," kataTnya kepada RRI, Selasa 25 Agustus 2026.

Menurutnya, tingginya biaya pengairan mau tidak mau tetap harus ditanggung petani karena pilihan lainnya adalah membiarkan tanaman kekurangan air dan berisiko mengalami gagal panen sehingga kerugian semakin besar. Pompanisasi dinilai menjadi upaya untuk menekan potensi kerugian meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan beban produksi.

"Kalau biaya pompa tidak dikeluarkan, petani justru bisa mengalami kerugian seratus persen karena tanaman tidak panen. Dengan tetap diupayakan melalui pompa, paling tidak petani masih bisa mempertahankan tanaman dan berharap dapat kembali modal," ujarnya.

Petani yang lahannya jauh dari jaringan irigasi menjadi kelompok yang paling merasakan dampak kekeringan. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah pesisir Kendal yang memiliki jarak cukup jauh dari bendung sehingga debit air yang kecil semakin sulit menjangkau sawah.

HKTI Kendal berharap pemerintah dapat memperkuat dukungan terhadap petani, terutama dalam penyediaan sumber air dan pengelolaan irigasi selama musim kemarau. Dukungan tersebut dinilai penting agar kenaikan biaya produksi tidak semakin menekan pendapatan petani sekaligus menjaga produktivitas pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....