RRI Semarang Buka Rangkaian Hari Radio ke-81 dengan Pelepasan Merpati

  • 24 Agt 2026 12:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Semarang resmi membuka rangkaian peringatan Hari Radio ke-81 pada Senin, 24 Agustus 2026. Pembukaan ditandai dengan upacara sekaligus pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

Kepala LPP RRI Semarang, Bambang Dwiana mengatakan, peringatan Hari Radio menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri RRI. Selain itu, juga untuk membangkitkan semangat generasi penerus dalam melanjutkan cita-cita tersebut.

"Jadi kita ingin memberikan nuansa bahwa Hari Radio merupakan momentum yang sangat penting bagi eksistensi teman-teman, khususnya RRI Semarang. Kita juga ingin me-reminder bagaimana semangat juang para pendiri RRI dulu terus bergelora," ujarnya.

Menurut Bambang, tantangan RRI semakin besar di tengah perkembangan teknologi informasi. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai sumber informasi, termasuk melalui media sosial. Dalam kondisi tersebut, RRI berkomitmen memperkuat perannya sebagai media publik yang terpercaya, dapat diandalkan, serta mampu menjadi ruang pemersatu masyarakat Indonesia.

"Di era sekarang, semua orang bisa mengakses media apa pun, termasuk media sosial. Peran yang ingin kita mainkan adalah bahwa RRI harus bisa menjadi media yang terpercaya, media yang bisa diandalkan, dan media yang bisa menyatukan seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Bambang menjelaskan, rangkaian peringatan Hari Radio ke-81 RRI Semarang tidak hanya diisi kegiatan internal bagi karyawan, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan dalam RRI Fest 2026. Sejumlah kegiatan yang disiapkan di antaranya lomba internal untuk membangun keakraban karyawan, bersih pantai, senam massal, pemeriksaan kesehatan gratis, pentas seni budaya, bazar UMKM hingga bincang radio bersama sejumlah perguruan tinggi.

"Kita ingin melihat talenta-talenta yang luar biasa dari masyarakat. Khususnya anak muda di wilayah Semarang dan sekitarnya, memberikan tempat, media bagi anak-anak muda yang punya potensi di bidang seni suara," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia RRI Fest 2026 RRI Semarang, Aries Ardian mengatakan, rangkaian kegiatan RRI Fest akan dimulai pada 4 September 2026 dengan kegiatan bersih-bersih Pantai Tirang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye kepedulian lingkungan yang diusung dalam RRI Fest tahun ini.

"Rangkaian kegiatan RRI Fest dimulai dari tanggal 4 September. Salah satu poinnya adalah cinta lingkungan, jadi tim RRI Semarang akan ke Pantai Tirang untuk bersih-bersih pantai," jelas Aries.

Selanjutnya, sebagian besar kegiatan RRI Fest akan dipusatkan pada Minggu, 6 September 2026. Salah satunya berupa senam massal yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain senam massal, panitia menyiapkan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan mata hingga vaksinasi. "Semua kegiatan, 90 persen di tanggal 6 September, ada senam massal, kemudian cek kesehatan gratis, ada macam-macam cek kesehatan gratisnya, kesehatan mata, general, sampai dengan vaksin," ujarnya.

RRI Fest juga menghadirkan pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari anak-anak, penyandang disabilitas hingga masyarakat lanjut usia akan diberikan ruang untuk tampil.

Menurut Aries, keberagaman menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan RRI Fest 2026. Berbagai elemen masyarakat dan seni budaya dari beragam latar belakang akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Semua elemen, semua suku bangsa bahkan ikut andil di seni budaya nanti, dari anak TK sampai dengan yang sudah lansia itu perform," katanya. Selain itu, RRI Semarang menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui bazar yang digelar dalam rangkaian RRI Fest.

Aries menambahkan, konsep kegiatan sengaja dirancang inklusif agar RRI Fest menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan RRI dengan pendengarnya. "Senam massal jelas ini merangkul masyarakat, karena dari anak kecil sampai lansia kita ajak bergabung untuk ikut senam massal, kemudian termasuk disabilitas juga kita ajak," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....