Kemacetan Jalur Dieng Dikaji Lintas Sektor, Kantong Parkir dan Shuttle Jadi Solusi

  • 24 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Wonosobo - Persoalan kemacetan di jalur wisata Dieng, Kabupaten Wonosobo, mulai dikaji secara lintas sektor untuk mencari solusi jangka panjang. Salah satu langkah yang mengemuka adalah pembangunan kantong parkir berkapasitas besar yang dilengkapi layanan shuttle guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama kawasan wisata.

Polres Wonosobo menggandeng Tim Survei Patron Universitas Indonesia (UI) untuk mengkaji hal tersebut melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dieng Lancar Wisata Nyaman” di Aula Endra Dharmalaksana, Kamis, 20 Agustus 2026 lalu. Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, hasil kajian tersebut akan menjadi bahan rekomendasi kepada Bupati Wonosobo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam menentukan kebijakan penanganan transportasi di kawasan Dieng.

FGD melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, pengelola objek wisata, pelaku usaha pariwisata, pengusaha travel, tour organizer, Paguyuban JIP Dieng serta pelaku jasa wisata. Kajian diharapkan menghasilkan rekomendasi penanganan kemacetan yang tidak hanya bersifat situasional, tetapi berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan akademisi penting untuk memetakan kondisi demografi, pola pergerakan kendaraan, persepsi masyarakat hingga kebutuhan pelayanan wisata. “Penyusunan kebijakan penanganan masalah Dieng harus didasarkan pada penelitian dan data empiris agar tepat sasaran,” kata Ricky melalui siaran pers yang diterima RRI, Senin, 24 Agustus 2026.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto menjelaskan, salah satu persoalan utama di jalur Dieng adalah ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan dan lahan parkir. Pada masa libur Lebaran 2026, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Dieng mencapai 530.150 orang dengan lebih dari 21.500 kendaraan roda dua dan roda empat.

Kondisi jalur yang sempit, menanjak dan berkelok membuat gangguan kecil dapat dengan cepat memicu antrean panjang. Kendaraan mogok, parkir di bahu jalan hingga pengendara yang mengambil jalur berlawanan saat terjadi antrean menjadi sejumlah faktor yang memperparah kemacetan.

Untuk penanganan jangka pendek, Polres Wonosobo tetap menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan, seperti Pintu Langit, Gardu Pandang, Batu Angkruk, Watu Angkruk dan Sikapuk. Polisi juga menyiapkan ganjal kendaraan dan derek untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami gangguan di jalur tanjakan.

Sementara untuk solusi yang lebih jangka panjang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengusulkan pembangunan kantong parkir berkapasitas besar yang dilengkapi layanan shuttle. Skema ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan wisatawan yang masuk ke jalur utama kawasan Dieng.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga mendorong perubahan pola kunjungan dari mass tourism menuju quality tourism. Pengelolaan jumlah dan pola kunjungan perlu disesuaikan dengan daya dukung kawasan agar pertumbuhan pariwisata tidak semakin membebani infrastruktur dan lingkungan.

Akademisi Dr. Ahmad Khoiri menilai penanganan kemacetan Dieng perlu dilakukan dalam tiga tingkatan, yakni mikro, mezo dan makro. Tingkat mikro berupa rekayasa lalu lintas saat kemacetan terjadi, tingkat mezo mencakup pembatasan kendaraan pribadi, kantong parkir dan shuttle, sedangkan tingkat makro berkaitan dengan penataan ruang kawasan dalam jangka panjang.

Ia juga mendorong integrasi data antarinstansi, mulai dari volume kendaraan, kecepatan lalu lintas, asal dan tujuan wisatawan, kapasitas jalan hingga data angkutan umum. Teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time serta sistem reservasi perjalanan terintegrasi dinilai dapat menjadi bagian dari solusi.

Dengan pendekatan lintas sektor tersebut, penanganan kemacetan diharapkan tidak hanya mampu memperlancar arus kendaraan saat musim liburan. Akan tetapi, juga meningkatkan keselamatan, kenyamanan wisatawan, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan kawasan wisata Dieng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....