Kemiskinan Turun, Gubernur Jateng Jadikan HUT RI Momentum Hadirkan Kesejahteraan

  • 17 Agt 2026 09:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai momentum menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kemerdekaan harus tercermin dari berkurangnya angka kemiskinan dan meningkatnya kualitas hidup warga.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi usai Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Senin, 17 Agustus 2026. Ia menegaskan, pemerintah saat ini berfokus pada penjaminan kepastian layanan kesehatan, pendidikan, pembangunan, dan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat.

"Kita menghayati kemerdekaan ini untuk memberikan jaminan kepastian kepada masyarakat kita terkait dengan pelayanan kesehatan, pendidikan, termasuk pembangunan dan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ini perlu penting kenapa? Karena di saat ee geopolitik, kemudian tekanan fiskal, kita harus mampu berbuat untuk bermanfaat bagi masyarakat banyak," ujarnya usai menjadi inspektur upacara.

Hasilnya, sejumlah indikator pembangunan Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,80 persen atau berada di atas rata-rata nasional.

Dari sisi investasi, realisasi hingga semester I 2026 telah mencapai Rp58 triliun. Capaian tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja bagi sekitar 253 ribu masyarakat Jawa Tengah.

Luthfi juga mengungkapkan angka kemiskinan di Jawa Tengah terus mengalami penurunan. Persentasenya turun dari 9,58 persen menjadi 9,21 persen melalui berbagai program yang menyasar masyarakat rentan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal statistik pembangunan. Yang lebih penting adalah semakin banyak warga yang mampu keluar dari kondisi miskin dan memiliki kehidupan yang lebih sejahtera.

Oleh karena itu, ia menegaskan upaya pengentasan kemiskinan masih menjadi pekerjaan yang harus dilanjutkan secara berkelanjutan. "Itu namanya kolaboratif government, together we can, bersama-sama kita," ujarnya.

Adapun, program yang langsung dirasakan oleh mamsyarakat diantaranya, dokter spesialis keliling atau Speling. Program layanan kesehatan gratis tersebut telah menjangkau hampir 10 juta warga di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Pada sektor pendidikan, Pemprov Jawa Tengah juga memberikan akses sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Setiap tahun sekitar 5.000 anak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan agar tidak terputus karena kendala ekonomi.

Selain itu, program rumah layak huni dan penguatan ekonomi kerakyatan terus diperluas. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di tingkat lokal.

Luthfi menekankan bahwa keberhasilan menurunkan kemiskinan membutuhkan kerja sama seluruh elemen. Semangat kemerdekaan, katanya, harus diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan Jawa Tengah yang semakin sejahtera.

Untuk diketahui, Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang diikuti hampir 3.000 peserta. Mereka terdiri atas unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, santri, pramuka, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....