Pompa Irigasi Tenaga Surya Bantu Petani Hadapi Kemarau di Kabupaten Pekalongan
- 14 Agt 2026 11:58 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kabupaten Pekalongan mengembangkan pompa irigasi tenaga surya untuk menjaga pasokan air pertanian di musim kemarau.
- Teknologi pompa surya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar solar dan meningkatkan efisiensi biaya operasional.
- Program ini merupakan respons terhadap penurunan debit air irigasi pada musim kemarau dan merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim.
RRI.CO.ID., Pekalongan- Kabupaten Pekalongan mulai mengembangkan pompa irigasi tenaga surya sebagai solusi menjaga pasokan air pertanian saat musim kemarau. Teknologi tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar solar sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien.
Kabid Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Sutanto, mengatakan program tersebut merupakan respons terhadap menurunnya debit air irigasi pada musim kemarau. Hal itu berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.
Menurutnya, pompa tenaga surya menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Selain itu, juga untuk memperkuat adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim.
"Pompa air tenaga surya memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik sehingga tidak lagi bergantung pada jaringan PLN maupun bahan bakar solar. Beberapa unit bahkan telah dipadukan dengan sumur bor dan teknologi Internet of Things sehingga dapat dipantau dari jarak jauh," ujarnya dalam dialog bersama RRI Semarang, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, teknologi tersebut tidak diterapkan secara merata di seluruh wilayah. Penempatan pompa diprioritaskan di kawasan yang memiliki intensitas sinar matahari cukup, tersedia sumber air baku, serta merupakan daerah rawan kekeringan dengan luas layanan yang memadai.
Selain menghemat biaya operasional, penggunaan pompa tenaga surya dinilai memberi kepastian pengairan sehingga petani dapat mengatur pola tanam dengan lebih baik. Dampak tersebut diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam sekaligus menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau.
"Teknologi adalah alat, bukan solusi tunggal. Teknologi harus berjalan beriringan dengan perlindungan lahan pertanian, perbaikan jaringan irigasi, dan pendampingan penyuluh agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....