ASN Wani Playon, 500 ASN Batang Lari 1,2 Km Sambil Galang Wakaf untuk Atasi Kekeringan

  • 14 Agt 2026 11:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Batang dikemas dengan aksi sosial. Sebanyak 500 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti ajang ASN Wani Playon sekaligus diajak berwakaf untuk mendukung pembangunan sumur bor bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Pendapa Kabupaten Batang, Jumat, 14 Agustus 2026. Selain menjadi ajang menjaga kebugaran, ASN Wani Playon juga menjadi sarana menggalang kepedulian melalui wakaf yang disalurkan secara digital menggunakan aplikasi QRIS.

Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Para peserta menempuh jarak 1,2 kilometer sembari diajak berkontribusi dalam pembangunan sarana air bersih.

“Di momentum ini, kita harus melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya ASN Wani Playon sekaligus berwakaf. Diikuti 500 ASN, menempuh jarak 1,2 km, untuk menjaga kesehatan sekaligus berwakaf yang akan disalurkan dalam pembangunan 25 sumur bor, di wilayah Batang atas,” ucapnya.

Program wakaf sumur bor tersebut diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan. Wakaf dihimpun melalui sistem pembayaran digital sehingga memudahkan ASN maupun masyarakat untuk berpartisipasi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengatakan gagasan ASN Wani Playon bermula dari komunikasi dengan Bupati Batang. Kegiatan tersebut kemudian dikembangkan tidak hanya sebagai agenda memperingati HUT RI, tetapi juga menjadi momentum mengajak masyarakat berwakaf untuk membantu penyediaan air bersih.

“Tidak hanya saat ini saja. Ajakan untuk berwakaf sumur bor juga sudah kami sosialisasikan bersamaan dengan event Gebyar PAUD sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Bimala, semangat Pemkab Batang dalam mendorong digitalisasi menjadi salah satu alasan penggunaan QRIS dalam gerakan wakaf tersebut. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui kanal pembayaran digital yang telah disiapkan.

Gerakan sosial tersebut juga akan dilanjutkan melalui kolaborasi BI Tegal dan Pemerintah Kabupaten Batang dalam kegiatan lainnya. Salah satunya rencana pembagian 10 ribu makanan gratis yang juga akan mengusung konsep pembayaran digital.

“Puncaknya nanti kami akan berkolaborasi bersama Pemda membagikan 10 ribu Makan Gratis. Cukup memindai kode batang QRIS Rp1 dapat makan enak,” ujarnya.

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono turut mendukung gerakan wakaf sumur bor yang dikemas melalui ASN Wani Playon. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana menggerakkan kepedulian sosial ASN maupun masyarakat terhadap persoalan ketersediaan air bersih.

Ia berharap pembangunan sumur bor nantinya tidak hanya membantu kebutuhan rumah tangga warga yang terdampak kekeringan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air di fasilitas umum. “Bisa jadi nanti wakaf sumur bor ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masjid-masjid, dan lingkungan sekitar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....