Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Layak Huni Rp60 Juta dalam 1,5 Bulan
- 13 Agt 2026 18:16 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai uji coba penggunaan bata interlock untuk mempercepat pembangunan rumah dan menekan biaya konstruksi.
- Teknologi ini diuji pada pembangunan rumah bantuan di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri yang diresmikan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada 13 Agustus 2026.
- Pemerintah Jawa Tengah berkolaborasi dengan PT Semen Indonesia (Persero) untuk mengembangkan inovasi yang dianggap sebagai solusi efisien untuk pembangunan rumah layak huni.
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menguji penggunaan bata interlock untuk mempercepat pembangunan rumah sekaligus menekan biaya konstruksi. Teknologi tersebut diuji pada pembangunan rumah bantuan di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meresmikan rumah hasil uji coba tersebut pada Kamis 13 Agustus 2026. Pemprov Jateng menggandeng PT Semen Indonesia (Persero) untuk mengembangkan inovasi yang dinilai dapat menjadi solusi pembangunan rumah layak huni yang lebih efisien.
Menurut Taj Yasin, penggunaan bata interlock mampu memangkas biaya pembangunan secara signifikan. Rumah seluas 30 meter persegi yang biasanya membutuhkan biaya sekitar Rp90 juta dapat dibangun hanya dengan anggaran sekitar Rp60 juta.
“Kalau dihitung oleh tukang, biasanya satu meter persegi itu Rp3 juta. Berarti kalau 30 meter persegi habisnya Rp90 juta. Alhamdulillah pembangunan ini kita biayai dengan angka Rp60 juta,” ujarnya.
Selain lebih hemat, teknologi bata interlock juga mempercepat proses pembangunan rumah yang terselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Efisiensi biaya dan waktu itu menjadi alasan Pemprov Jateng mulai menguji penerapan bata interlock pada program bantuan perumahan agar mampu memperluas jangkauan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Ini yang kita dorong untuk pemakaian, pengaplikasian khususnya untuk bantuan-bantuan rumah dari Pemprov Jawa Tengah,” kata Taj Yasin. Saat ini, uji coba baru dilakukan pada dua unit rumah. Pemprov Jateng akan melakukan evaluasi sebelum mempertimbangkan penerapan teknologi tersebut secara lebih luas di berbagai daerah.
Taj Yasin berharap inovasi itu dapat menjadi referensi bagi pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat. Dengan biaya yang lebih rendah, pembangunan rumah layak huni diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Uji coba bata interlock menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng mengatasi persoalan perumahan, termasuk backlog rumah yang masih cukup tinggi. Pada 2026, APBD Jawa Tengah dialokasikan untuk meningkatkan kualitas 5.111 rumah tidak layak huni yang tersebar di 35 kabupaten dan kota.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 unit berada di Kabupaten Wonogiri. Selain rehabilitasi RTLH, Pemprov Jateng juga membangun 120 rumah baru untuk mengurangi backlog perumahan, termasuk 20 unit di Wonogiri.
Salah satu penerima bantuan rumah baru adalah Isnano Dalhari Nuryanto, warga Desa Jaten yang bekerja sebagai buruh tani. Dengan penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, ia sebelumnya masih menumpang bersama keluarganya.
Bagi Isnano, bantuan tersebut menjadi harapan baru untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya. “Layak banget rumahnya,” ujar Isnano.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....