Rotary Club Gandeng RS Mardi Rahayu Kudus, Latih Guru Deteksi Mata Minus pada Anak

  • 13 Agt 2026 16:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Guru sekolah dasar di Kabupaten Kudus dibekali keterampilan dasar untuk mendeteksi mata minus dan gangguan penglihatan pada anak sejak dini. Pelatihan ini diharapkan membantu sekolah mengenali masalah penglihatan siswa sebelum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.

Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata tersebut digelar Rotary Club Kudus dan Rotary Club Kudus Srikandi bersama Rotary Club Semarang Kunthi dan RS Mardi Rahayu Kudus. Kegiatan diikuti 50 guru sekolah dasar dari wilayah binaan Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Kamis, 13 Agustus 2026.

Peserta mendapatkan pemahaman dan keterampilan dasar untuk mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan pada anak. Guru juga dibekali kemampuan melakukan skrining awal ketajaman penglihatan secara tepat sebelum siswa menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Presiden Rotary Club of Kudus, Paulus Rawuh, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Rotary dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan anak. Sekolah dinilai menjadi lokasi strategis untuk melakukan deteksi dini karena guru berinteraksi dengan siswa setiap hari.

“Program pelatihan skrining kesehatan mata ini merupakan bagian dari komitmen Rotary dalam bidang pencegahan penyakit. Lalu kesehatan anak, serta peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan preventif,” kata Paulus.

Menurutnya, banyak gangguan penglihatan dapat ditangani dengan lebih baik apabila diketahui sejak dini. “Guru dapat melihat perubahan perilaku belajar yang mungkin menjadi tanda adanya masalah penglihatan,” tuturnya.

Salah satu gangguan penglihatan yang banyak ditemukan pada anak adalah mata minus. Penggunaan gawai yang cukup tinggi menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kebiasaan dan kesehatan mata anak.

Guru SD 2 Mlatilor, Masmirah, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut karena mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan untuk membantu mengenali kondisi mata siswa. Ia mengatakan sejumlah murid di sekolahnya mengalami mata minus.

“Murid kami ada beberapa di antaranya yang mengalami mata minus karena seringnya menggunakan gadget. Dari Rotary ini bagus sekali, karena mereka akan membantu pengadaan kacamata bagi siswa kurang mampu,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RS Mardi Rahayu Kudus, dr. Pujianto, mengatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai organisasi dalam kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendidikan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.

“RS Mardi Rahayu Kudus sebagai institusi pelayanan kesehatan turut mendukung kegiatan ini melalui semangat pelayanan kesehatan yang utuh dan bermutu. Termasuk, pendidikan kesehatan, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar dr. Pujianto.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi sosial, rumah sakit, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan masyarakat. Dengan kerja sama tersebut, upaya deteksi dini gangguan penglihatan anak diharapkan dapat dilakukan lebih luas.

Pelatihan ini diharapkan membuat guru tidak hanya berperan dalam proses pendidikan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan siswa. Deteksi mata minus dan gangguan penglihatan sejak dini diharapkan membantu anak mendapatkan penanganan yang tepat sehingga tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan mereka. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....