Era AI, Pelajar Dituntut Jadi Validator Informasi, Bukan Sekadar Pengguna

  • 13 Agt 2026 13:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong perubahan cara belajar pelajar. Di tengah kemudahan memperoleh informasi melalui AI, siswa tidak cukup hanya menjadi pengguna, tetapi dituntut mampu memeriksa dan memvalidasi informasi yang dihasilkan teknologi tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (Fikomdigi) Universitas Muhammadiyah Semarang(Unimus), Dr. Muhammad Munsarif, S.Kom, M. Kom, Ph.D, P. Ma mengatakan, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Mulai dari menjelaskan konsep yang belum dipahami, membuat soal latihan, hingga membantu menyusun struktur tulisan.

Namun, setiap jawaban yang diberikan AI tetap harus diperiksa oleh pelajar. Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar siswa tidak sekadar menerima informasi yang diberikan teknologi.

“Tugas selanjutnya adalah bagaimana menilai kemampuan AI dalam menjawab. Itu adalah tugas dari siswa atau pelajar,” katanya saat diwawancarai RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, posisi pelajar dalam proses pembelajaran di era AI tidak lagi hanya sebagai penerima informasi. Pelajar harus mampu menjadi validator yang mempertanyakan, membandingkan, dan menganalisis informasi sebelum menggunakannya.

Munsarif menilai kondisi tersebut juga mengubah kompetensi yang dibutuhkan siswa. Jika sebelumnya proses belajar banyak menekankan kemampuan menghafal, di era AI pelajar justru perlu memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kreativitas.

“Dengan validator, maka dia akan merepresentasikan sebagai orang yang berpikir. Karena perannya sekarang bukan menghafal lagi,” katanya.

Menurutnya, AI seharusnya digunakan untuk memperluas literasi dan memperkuat kemampuan berpikir manusia, bukan menggantikannya. “Gunakan AI untuk memperkuat pikiran kita, untuk memperbanyak literasi kita, untuk membandingkan dan menganalisis data, bukan menggantikan kita,” katanya.

Ia berharap pemanfaatan AI dalam pendidikan dapat mendorong siswa menjadi lebih kreatif dan inovatif. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi pembelajaran selama tetap disertai kemampuan berpikir kritis dan verifikasi informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....