Dua Bulan Krisis Air, Polres Semarang Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih ke Warga

  • 13 Agt 2026 12:19 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kabupaten Semarang mengalami krisis air bersih selama kurang lebih dua bulan akibat musim kemarau.
  • Polres Semarang bersama pihak terkait menyalurkan 60 ribu liter air bersih melalui lima tangki air berkapasitas 6.000 liter per unit pada 12 Agustus 2026.
  • Distribusi air didukung penuh oleh 30 mobil komunitas EGS (Eltitusi Gedong Songo) untuk memastikan air sampai ke seluruh warga yang membutuhkan.

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang - Warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar dua bulan. Kondisi tersebut mendorong Polres Semarang bersama sejumlah pihak menyalurkan 60 ribu liter air bersih kepada warga, Rabu, 12 Agustus 2026.

Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musim kemarau. Distribusi dilakukan menggunakan lima tangki air berkapasitas masing-masing 6.000 liter serta didukung 30 mobil komunitas EGS (Eltitusi Gedong Songo).

Setiap mobil komunitas membawa sekitar 1.000 liter air bersih untuk mempercepat penyaluran ke sejumlah titik di masing-masing RW Desa Kemitir. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjangkau warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi mengatakan bantuan diberikan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi warga Dusun Ngoho. Menurutnya, masyarakat setempat sudah sekitar dua bulan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Kami mendapatkan informasi bahwa warga di Dusun Ngoho sudah sekitar dua bulan mengalami kesulitan air bersih. Oleh karena itu, kami bersama stakeholder terkait berupaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Heru mengatakan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus tersedia bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi musim kemarau. Oleh karena itu, kepolisian berupaya hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga sekaligus memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari. Heru juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama peduli terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama peduli terhadap kondisi masyarakat, terutama ketika menghadapi musim kemarau dan kekeringan,” katanya.

Salah seorang warga Dusun Ngoho, Sutiyah (64), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Selama ini, warga mengandalkan aliran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, aliran Pamsimas sudah tidak mengalir selama sekitar dua bulan. Kondisi itu membuat warga harus mencari sumber air lain, termasuk mengambil air dari masjid untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah sekitar dua bulan air Pamsimas tidak mengalir. Selama ini kalau membutuhkan air, kami mengambil dari masjid untuk keperluan sehari-hari. Dengan adanya bantuan air bersih ini kami sangat terbantu,” ungkap Sutiyah.

Kepala Desa Kemitir Puji Utomo menyampaikan apresiasi kepada Polres Semarang dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.

“Dengan adanya bantuan air bersih ini, warga kami sangat terbantu dan bisa mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Semarang dan semua pihak yang telah peduli terhadap kondisi warga kami,” ucapnya.

Penyaluran air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kemarau masih berlangsung. Kolaborasi antara kepolisian, komunitas, pemerintah desa, dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Semarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....