Polda Jateng Latih 416 Personel Pemegang Senpi, Pastikan Kemampuan Tetap Terjaga

  • 13 Agt 2026 09:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Polda Jawa Tengah melatih 416 personel pemegang senjata api (senpi) untuk meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian. Latihan Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian Tahap 6 Kendali Senjata Api tersebut berlangsung selama 10 hingga 15 Agustus 2026, yang diikuti peserta dari satuan kerja Mapolda Jateng dan Polres jajaran.

Kegiatan dibuka Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman mewakili Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin, 10 Agustus 2026. Sementara, pada Rabu, 12 Agustus 2026, peserta menjalani ujian kemampuan menembak di sejumlah lapangan tembak.

Saat membuka kegiatan, Wakapolda menegaskan, dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat menuntut anggota Polri memiliki kemampuan yang terus terpelihara. Penggunaan kekuatan, termasuk senjata api, harus dilakukan secara cepat, tepat dan terukur serta sesuai aturan.

Sebelum menjalani latihan lapangan, peserta mengikuti sejumlah pemeriksaan. Tahapannya meliputi penelitian personel, pemeriksaan pengaduan masyarakat dan pengawasan, pemeriksaan kesehatan dan narkoba, tes psikologi serta pemeriksaan kesehatan jiwa.

Pada latihan menembak, Rabu, 12 Agustus 2026, peserta dibagi ke sejumlah rayon dan berlatih di lapangan tembak kompi-kompi Satbrimob Polda Jateng. Dua tim pelatih diterjunkan agar materi dan standar latihan yang diberikan kepada seluruh peserta tetap sama.

Tim pertama yang dipimpin Iptu Slamet menangani rayon Banyumas, Pekalongan dan Semarang. Sementara tim kedua yang dipimpin AKP Made Suweca menangani rayon Kedu, Solo Raya dan Pati.

Pada Sabtu 15 Agustus 2026, kedua tim dijadwalkan bergabung di lapangan tembak Kompi Brimob Pasadena, Kota Semarang. Tim akan memberikan pelatihan kepada personel pemegang senpi dinas dari berbagai satuan kerja Mapolda Jateng.

Dalam latihan, peserta menjalani registrasi, pre-test, uji kemampuan menembak awal, penyegaran pengetahuan tentang senjata, latihan menembak reaksi dari berbagai posisi hingga ujian kualifikasi menembak. Wakapolda menekankan, kemampuan menggunakan senjata api tidak boleh hanya mengandalkan pengalaman. Personel harus rutin berlatih sekaligus memahami aturan dan batas kewenangan dalam penggunaan kekuatan.

"Senjata api adalah alat yang harus betul-betul kita kuasai. Bukan hanya kepandaian menggunakannya, tetapi kita harus memahami dan taat terhadap asas-asas penggunaannya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....