Perkuat Pertanian, DPRD Kabupaten Pekalongan Soroti Irigasi dan Alih Fungsi Lahan
- 12 Agt 2026 08:26 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumarrosul mendorong penguatan sektor pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi dan perlindungan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi.
- Penggunaan teknologi pompa air tenaga surya dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merupakan langkah positif untuk memenuhi kebutuhan pengairan petani.
- Perbaikan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, diperlukan untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Pekalongan.
RRI.CO.ID, Pekalongan – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumarrosul mendorong penguatan sektor pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi serta perlindungan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi. Menurutnya, kedua hal tersebut juga perlu menjadi perhatian agar produktivitas pertanian dan ketahanan pangan tetap terjaga.
Sumarrosul, mengatakan penggunaan teknologi pompa air tenaga surya yang mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merupakan langkah positif untuk membantu kebutuhan pengairan petani. Namun, dukungan tersebut perlu diikuti dengan pembenahan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi.
“Ini sangat positif bagi petani. Teknologi pompa tenaga surya merupakan teknologi terbarukan yang hemat energi dan bisa membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan,” ujar Sumarrosul, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, pompa tenaga surya dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian sekaligus membantu menekan biaya operasional petani. Pemanfaatan energi matahari juga dinilai sejalan dengan upaya mendorong penggunaan teknologi yang lebih hemat energi.
Meski demikian, Sumarrosul menilai persoalan pengairan tidak bisa sepenuhnya diselesaikan melalui penggunaan pompa. Jaringan irigasi yang rusak tetap membutuhkan perhatian pemerintah agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan optimal.
Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pekalongan semakin serius memperkuat infrastruktur pertanian. Menurutnya, teknologi pertanian harus berjalan beriringan dengan pembangunan dan perbaikan sarana pendukung agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.
Selain persoalan irigasi, DPRD juga menyoroti pentingnya perlindungan lahan pertanian. Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan pemetaan lahan yang masuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sebagai upaya mencegah lahan produktif dialihfungsikan.
Sumarrosul menilai keberadaan LSD harus menjadi benteng untuk mempertahankan lahan hijau, khususnya sawah produktif. “Menjaga lahan pertanian sama pentingnya dengan meningkatkan teknologi pertanian karena berkaitan dengan keberlangsungan petani dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan DKPP Kabupaten Pekalongan, Sutanto, menjelaskan pompa irigasi tenaga surya memiliki keunggulan karena memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga. Menurutnya, mesin tersebut tetap dapat berfungsi ketika kondisi cuaca mendung.
Penggunaan tenaga surya juga dapat mengurangi beban biaya operasional dibandingkan pompa berbahan bakar solar. “Kalau menggunakan tenaga solar, masih ada biaya yang harus dikeluarkan,” ujar Sutanto.
Ia mengatakan pemanfaatan pompa tenaga surya menjadi salah satu upaya membantu petani mengatasi persoalan pengairan. Namun, kerusakan jaringan irigasi tetap harus ditangani secara menyeluruh agar distribusi air ke lahan pertanian tidak terhambat.
DKPP Kabupaten Pekalongan juga mendorong petani terlibat dalam upaya mengatasi kerusakan jaringan irigasi. Pihaknya terus mendorong perbaikan jaringan agar kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Dengan penguatan teknologi pengairan, perbaikan jaringan irigasi, dan perlindungan lahan melalui LSD, sektor pertanian Kabupaten Pekalongan diharapkan semakin kuat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari menjaga keberlanjutan lahan produktif dan ketahanan pangan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....