International Youth Day, Remaja Dilatih Jadi Agen Pencegahan Kekerasan Seksual

  • 11 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • PKBI Jawa Tengah memperkuat upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap remaja menjelang peringatan International Youth Day 2026 pada 12 Agustus.
  • Pendekatan edukasi sebaya dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka kepada teman seusianya dalam berbagi informasi dan pengalaman.
  • PKBI melatih fasilitator remaja untuk memberikan edukasi pencegahan kekerasan seksual di sekolah dan komunitas guna meningkatkan kesadaran dan keterampilan melaporkan kekerasan.

RRI.CO.ID, Semarang- Memperingati International Youth Day 2026 yang jatuh setiap 12 Agustus, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah memperkuat upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap remaja. Salah satunya dengan mendorong remaja menjadi agen edukasi bagi teman sebayanya agar mampu mengenali, mencegah, dan berani melaporkan berbagai bentuk kekerasan.

Koordinator Youth Center Pilar PKBI Jawa Tengah, Anis Sapitri, mengatakan pendekatan edukasi sebaya dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka kepada teman seusianya. Oleh karena itu, PKBI melatih fasilitator remaja yang nantinya memberikan edukasi di sekolah maupun komunitas.

"Kita melatih 59 remaja gitu ya, mereka kita beri kapasitas, kita bekali terus-menerus. Kemudian, mereka melakukan edukasi di komunitas-komunitasnya," ujarnya.

Program tersebut telah berjalan sejak Juli 2026 dengan melibatkan fasilitator dari sembilan kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Selain pelatihan, PKBI juga menggelar pendampingan, edukasi di SMP, serta akan mengadakan webinar dan diseminasi hasil penelitian mengenai kekerasan seksual pada remaja pada 19 Agustus mendatang.

Ia menjelaskan, remaja masih menjadi kelompok yang rentan mengalami kekerasan seksual. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan, sehingga tidak sedikit korban yang baru menyadari dirinya mengalami kekerasan setelah mendapatkan edukasi.

"Tentunya ini juga harus dibekali dengan informasi secara komprehensif dan teman-teman juga harus tahu. Misal oh aku bolehin orang lain ingin menyentuh tubuhku sampai ini, sampai itu, konsekuensinya apa ya? dampaknya apa ya?," katanya.

Selain memperkuat edukasi, PKBI Jawa Tengah juga membuka layanan pendampingan Sobat Sambat bagi remaja yang membutuhkan ruang aman untuk berkonsultasi maupun memperoleh pendampingan. PKBI juga mengajak sekolah, komunitas, serta masyarakat untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi remaja.

Melalui peringatan International Youth Day 2026, PKBI berharap semakin banyak remaja yang tidak hanya menjadi penerima informasi. Akan tetapi, juga berperan aktif sebagai agen perubahan dalam mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekitarnya.

"Jadi mungkin untuk teman-teman gitu ya, kalau bingung misal mau mendapatkan informasi ini dari di mana, boleh banget melalui Instagram @pilar_pkbi dan juga @pkbijawatengah. Di situ kita sering membuat konten-konten yang berkaitan dengan upaya pencegahan kekerasan seksual, kita juga sering road show di sekolah-sekolah, mungkin untuk Bapak Ibu guru boleh banget kita berkolaborasi," katanya.(im)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....