Operator ATCS Tegur Pengendara, Sampaikan dengan Santun dan Jenaka

  • 10 Agt 2026 20:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Belakangan ini teguran jenaka petugas ATCS sering mengundang perhatian publik di media sosial. "Mas, naik motor itu pakainya helm, bukan bawa pancing. Masnya malah ketawa, jenengan juga nggak bawa helm, lho. Hayo, ini mau gimana? Pancingnya ditukar helm apa?".

Begitulah salah satu teguran jenaka yang disampaikan petugas Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang kepada pengendara yang melanggar lalu lintas. Bahkan video petugas ATCS saat sedang mengingatkan pengendara tidak memakai helm hendak memancing viral hingga telah ditonton sebanyak 5,9 juta setelah diposting akun Instagram @atcskotasmg, belum lama ini.

Di balik teguran yang terdengar spontan itu, ada sejumlah operator yang setiap hari duduk di depan puluhan layar monitor di kantor Dishub Kota Semarang. Mereka bekerja secara bergiliran memantau lalu lintas dari kamera yang terhubung dengan sejumlah persimpangan dan traffic light.

Salah satu operator yang sering melontarkan teguran jenaka yakni Visna. Selama delapan tahun menjalankan pekerjaannya, Simpang Tlogosari menjadi salah satu titik dengan jumlah pelanggaran lalu lintas paling banyak ditemukan.

"Yang pasti sesuai prediksi netizen titik yang banyak pelanggar itu Simpang Tlogosari. Hampir tiap menit, tiap detik pasti berubah-ubah pelanggar. Dari dulu sampai sekarang tidak berubah," katanya, Senin 10 Agustus 2026.

Pelanggaran lalu lintas, kata dia, juga cukup sering ditemukan di Simpang Indraprasta dan sejumlah ruas jalan besar yang menjadi akses menuju permukiman. Bahkan, sebagian pengendara masih menganggap helm tidak terlalu diperlukan ketika bepergian dalam jarak dekat.

Saat menegur pengendara, ia mengaku tidak memiliki naskah khusus. Kalimat yang keluar melalui pengeras suara merupakan bahasa sehari-hari yang disampaikan secara spontan sesuai situasi yang dilihatnya dari layar.

"Penyampaian pesan untuk menegur itu pakai bahasa sehari-hari, secara spontanitas saja. Akhir-akhir ini yang saya lihat pengendara yang tidak memakai helm itu ibu-ibu ketika antar-jemput anak sekolah," katanya.

Ia mengaku pernah mendapat omelan dari pengendara yang ditegur ketika melancarkan aksinya di Simpang Tlogosari. "Saya pernah dimarahin balik dilihat dari mimik wajahnya. Jadi di Simpang Tlogosari itu ketika memberikan imbauan, ibu-ibu itu ngedumel nggak karuan, malah lebih galak dari saya," tuturnya.

Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan menuturkan bahwa penggunaan ATCS sebagai sarana pemantauan sekaligus himbauan untuk pengendara sudah berlangsung cukup lama. Cara penyampaian yang jenaka dipilih agar masyarakat tidak merasa jenuh saat menerima teguran.

"Kami berusaha menggugah kesadaran untuk tertib berlalu lintas. Salah satunya dengan pendekatan yang jenaka atau hal-hal yang lucu. Tapi pada prinsipnya kami ingin membangun kesadaran untuk keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas," jelasnya.

Menurutnya, teguran melalui ATCS menjadi langkah awal sebelum penindakan. Setiap kejadian yang terekam kamera juga tersimpan sebagai data yang dapat digunakan apabila dibutuhkan petugas kepolisian untuk proses penegakan hukum.

"Harapannya masyarakat lebih aware terhadap keselamatan diri sendiri atau orang lain. (ATCS) sebagai media pengawasan ini hanya sarana bagi Dishub maupun Satlantas yang intinya mengajak masyarakat tertib berlalu lintas," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....