Air Irigasi Menyusut, DPRD Pekalongan Dorong Langkah Darurat Jaga Pertanian

  • 10 Agt 2026 07:03 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Krisis air mulai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pertanian di Kabupaten Pekalongan.
  • Situasi itu menunjukkan persoalan ketahanan pangan tidak bisa hanya dilihat dari sisi produksi

RRI.CO.ID, Pekalongan – Debit air di hampir seluruh saluran irigasi pertanian menurun hingga 50 persen berdampak pada krisis air membayangi sektor pertanian di Kabupaten Pekalongan. Menyikapi situasi tersebut, DPRD Kabupaten Pekalongan bersama Duta Petani Milenial (DPM) mendorong langkah konkret dan terintegrasi untuk menjaga ketersediaan air sekaligus memastikan keberlanjutan pertanian.

Krisis air mulai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pertanian di Kabupaten Pekalongan. Hampir seluruh saluran irigasi dilaporkan mengalami penurunan debit, bahkan di sejumlah titik pasokannya tersisa hanya sekitar 30 hingga 50 persen.

Kondisi tersebut terungkap dalam rapat kerja dan audiensi antara DPRD Kabupaten Pekalongan bersama Duta Petani Milenial (DPM). Forum yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir itu membahas ketahanan pangan, konservasi lingkungan, hingga persoalan regenerasi petani.

Diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, Senin, 10 Agustus 2026, regenerasi petani menjadi tantangan penting di tengah perubahan zaman. Menurutnya, anak muda harus didorong untuk melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang identik dengan generasi tua.

“Namanya duta berarti perwakilan petani. Petani milenial itu anak-anak muda, artinya regenerasi petani harus terus berjalan, yang tua tentu harus ada penerusnya,” kata Abdul Munir.

Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap instansi harus menjalankan peran sesuai kewenangannya agar persoalan air, lingkungan, dan pertanian dapat ditangani secara terpadu.

“Petani meningkatkan sistem pertaniannya, dinas yang menangani pengairan memastikan irigasi berjalan lancar. Perkim LH menata lingkungan supaya sumber-sumber air tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPM Kabupaten Pekalongan Handono Warih mengungkapkan, persoalan air kini bukan lagi sekadar ancaman, tetapi sudah dirasakan langsung petani di lapangan. Menurutnya, debit air di hampir seluruh saluran irigasi mengalami penurunan signifikan. Distribusi air bahkan harus dilakukan secara bergiliran untuk menjaga agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan.

“Sekarang pertanian memang mengalami kekurangan air, debit air yang ada harus dibagi, misalnya siang untuk wilayah Wonopringgo, malam untuk wilayah Bojong. Hampir semua saluran irigasi mengalami penurunan debit, ada yang tinggal sekitar 30 persen, 40 persen, bahkan 50 persen,” kata Handono usai audiensi.

Situasi itu menunjukkan persoalan ketahanan pangan tidak bisa hanya dilihat dari sisi produksi. Ketersediaan air dan kondisi lingkungan di kawasan hulu menjadi faktor yang menentukan apakah lahan pertanian masih mampu bertahan dalam jangka panjang.

Handono mengatakan, audiensi tersebut berangkat dari dua persoalan besar, yakni krisis lingkungan yang berdampak langsung terhadap pertanian dan minimnya regenerasi petani. “Kami mengajak sejumlah pihak yang bersinggungan dengan sektor kehutanan, pemanfaatan air, dan pertanian untuk bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.

Salah satu langkah yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan Ficus Nursery Center yang akan dipusatkan di lingkungan Perkim LH Kabupaten Pekalongan. Pusat pembibitan itu akan difokuskan pada pengembangan tanaman ficus atau pohon hutan endemik Pekalongan.

Tanaman tersebut dipandang memiliki peran penting dalam menjaga kawasan resapan, mempertahankan debit mata air, sekaligus menekan risiko longsor dan banjir. Audiensi turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumar Rosul dan Ahmad Ridhowi, pimpinan Komisi B dan C, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan lintas sektor yang berkaitan dengan pertanian, kehutanan, pengairan, dan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....