Tapak Suci Dorong Modernisasi Organisasi dan Pembinaan Atlet

  • 08 Agt 2026 09:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah mendorong modernisasi tata kelola organisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur perguruan. Penguatan administrasi, pendataan nasional, koordinasi kepemimpinan, dan kaderisasi dinilai menjadi kunci membangun organisasi yang profesional dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Muhammad Afnan Hadikusumo, dalam pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Sabtu 8 Agustus 2026. Afnan mengatakan, dalam perjalanan organisasi, Tapak Suci menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Karena itu, organisasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi dalam tata kelola dan pelayanan kepada anggota.

"Dalam perjalanan organisasinya, tentu kita menghadapi berbagai macam tantangan dan gejolak. Tapi kita sebagai organisasi yang maju harus semakin profesional, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi dalam tata kelola serta pelayanan kepada anggota," ujarnya. Menurut Afnan, modernisasi organisasi tetap harus dibingkai dengan nilai-nilai utama Tapak Suci. Nilai iman, akhlak, ilmu, persaudaraan, serta filosofi perguruan harus menjadi fondasi dalam setiap pengembangan organisasi.

"Modernisasi itu tetap kita bingkai dengan nilai-nilai luhur Tapak Suci. Iman, akhlak, ilmu, persaudaraan dan filosofi perguruan harus tetap dijadikan sebagai fondasi utama," katanya.

Selain penguatan organisasi, Tapak Suci juga terus meningkatkan pembinaan atlet. Afnan menyebut para atlet Tapak Suci telah memberikan kontribusi melalui berbagai prestasi pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. Ia menegaskan, pembinaan atlet ke depan akan dilakukan dengan pendekatan ilmiah berbasis sport science. Aspek teknik, fisik, mental, nutrisi, hingga evaluasi performa akan menjadi bagian dari sistem pembinaan.

"Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet melalui pendekatan ilmiah berbasis sport science. Pembinaan teknik, fisik, mental, nutrisi, dan evaluasi performa menjadi bagian penting dalam mencipta atlet yang mampu membawa nama baik perguruan dan bangsa Indonesia," jelasnya.

Untuk mendukung pembinaan tersebut, Tapak Suci saat ini membangun padepokan modern di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta. Padepokan tersebut berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dengan luas bangunan 1.200 meter persegi dan terdiri atas tiga lantai.

Padepokan tersebut nantinya dilengkapi berbagai sarana dan prasarana modern untuk mendukung aktivitas organisasi maupun pembinaan atlet. Afnan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PB IPSI dan Kapolri yang turut berkomitmen membantu pembangunan padepokan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Umum PB IPSI yang dalam hal ini diwakili Wakil Ketua Umum PB IPSI dan Bapak Kapolri yang telah berkomitmen untuk turut serta membantu dalam pembangunan padepokan ini," ungkapnya.

Ia juga mengajak para kader Tapak Suci lainnya untuk turut memberikan dukungan melalui jejaring masing-masing agar pembangunan padepokan modern tersebut dapat terwujud. Afnan menilai berbagai keberhasilan yang telah dicapai Tapak Suci tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak serta semangat kekeluargaan dan persaudaraan seluruh keluarga besar Tapak Suci.

Dukungan Muhammadiyah, pemerintah, instansi terkait, perguruan tinggi, dunia usaha, media, serta seluruh anggota Tapak Suci disebut menjadi energi penting bagi perkembangan organisasi. "Semangat kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan seluruh keluarga besar Tapak Suci menjadi kekuatan utama dalam menjalankan amanah organisasi," katanya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap perkembangan Tapak Suci, dalam rangkaian pembukaan Muktamar XVI juga akan diberikan penghargaan anggota kehormatan Tapak Suci kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Selain itu, Tapak Suci juga akan memberikan pelantikan pendekar kehormatan kepada sejumlah tokoh yang selama ini mendukung kegiatan organisasi. Afnan berharap Muktamar XVI menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta menyusun langkah strategis Tapak Suci dalam menghadapi tantangan ke depan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam menjalankan amanah organisasi selama ini dan mengajak seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk terus menjaga semangat persaudaraan serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....