Hadirkan Sejumlah Terobosan, MTQ Nasional di Jateng Bakal Cetak Sejarah
- 06 Agt 2026 21:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah dipastikan menghadirkan sejumlah terobosan yang belum pernah ada dalam sejarah penyelenggaraan. Dua inovasi utama yang akan mewarnai ajang tersebut adalah pembentukan Majelis Kode Etik Dewan Hakim dan penyelenggaraan cabang khusus bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Agama dan berbagai pemangku kepentingan terus mematangkan persiapan pelaksanaan MTQ Nasional yang akan digelar di Kota Semarang pada 12–19 September 2026. Perhelatan ini menjadi istimewa karena Jawa Tengah kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah 47 tahun.
Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, mengatakan MTQ Nasional 2026 akan menjadi tonggak peningkatan kualitas penyelenggaraan. Salah satu fokus utama yang diperkuat adalah sistem perhakiman agar semakin profesional, transparan, dan berintegritas.
Untuk pertama kalinya, MTQ Nasional akan memiliki Majelis Kode Etik Dewan Hakim sebagai instrumen pengawasan selama perlombaan berlangsung. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan mampu menjaga objektivitas penilaian sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil kompetisi.
"Kami akan memanfaatkan penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari segi perhakiman," ujar Muchlis saat Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 6 Agustus 2026.
Selain pembaruan sistem perhakiman, MTQ Nasional 2026 juga akan mencatat sejarah baru melalui eksibisi Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW). Cabang ini dibuka setelah hadirnya Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat yang memberikan ruang lebih luas bagi muslim tuli untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an.
Menurut Muchlis, eksibisi tersebut menjadi bentuk komitmen menghadirkan MTQ yang lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini sekaligus membuka peluang pengembangan cabang disabilitas pada penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.
Tak hanya menjadi ajang perlombaan, MTQ Nasional 2026 juga akan diperkuat dengan kegiatan akademik bertaraf internasional. Seminar internasional yang menghadirkan akademisi dan pakar Al-Qur’an dari berbagai negara disiapkan sebagai wadah pengembangan keilmuan Islam.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan berbagai aspek teknis penyelenggaraan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan. Persiapan difokuskan pada kesiapan venue, akomodasi, transportasi, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu yang datang dari seluruh Indonesia.
Salah satu perhatian utama panitia adalah penataan kawasan Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional. Penyesuaian dilakukan secara cermat mengingat kawasan tersebut masih dalam proses revitalisasi oleh Pemerintah Kota Semarang.
Panitia menargetkan penataan menyeluruh kawasan Simpang Lima dapat dimulai setelah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia selesai dilaksanakan. Dengan demikian, seluruh kebutuhan acara dapat dipersiapkan secara optimal sebelum pembukaan MTQ.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan kesuksesan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan, melainkan juga dari keramahan pelayanan. "Bagi kami, sukses pelaksanaan itu kalau tidak disertai dengan keramahan juga tidak afdal. Selain mencari kemenangan, kita juga mencari persahabatan yang baik antarpemerintah daerah," ujarnya.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI akan diawali dengan Malam Ta’aruf pada 11 September 2026 dan dilanjutkan Pawai Ta’aruf pada 12 September. Pembukaan resmi akan digelar pada malam harinya di Lapangan Simpang Lima Semarang, sedangkan penutupan dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.
Untuk menambah semarak perhelatan nasional tersebut, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung. Mulai dari festival rebana, lomba kaligrafi, hingga upaya pemecahan rekor menyanyikan Mars MTQ dengan target melibatkan sekitar 100 ribu peserta secara luring dan daring.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....