Disdik Jateng Luncurkan Empat Inovasi untuk Perkuat Kinerja dan Mutu Pendidikan
- 06 Agt 2026 14:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah meluncurkan empat inovasi Aksi Perubahan Kinerja Organisasi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Peluncuran berlangsung dalam kegiatan bertema "Bersinergi, Berinovasi, Berdampak untuk Pendidikan Jawa Tengah" di Aula Balai Pengembangan Mutu Pembelajaran dan Teknologi Pendidikan (BPMPTP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 6 Agustus 2026.
Empat inovasi tersebut meliputi Lentera Unggul dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I dan Pendekar Tujuh Kasiat dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II. Selain itu, ada inovasi Ngopeni SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII dan Jateng Pintar yang dikembangkan BPMPTP Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan inovasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai gagasan atau sekadar proyek pelatihan. Menurutnya, setiap inovasi harus diterapkan secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.
"Kami memberikan apresiasi kepada para penggagas inovasi. Yang terpenting bukan hanya idenya, tetapi bagaimana inovasi itu dilaksanakan, dikembangkan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi pendidikan di Jawa Tengah," ujarnya.

Sadimin menegaskan seluruh aplikasi dan sistem yang telah dikembangkan harus terus dimanfaatkan. Ia mengingatkan agar inovasi digital tidak berhenti setelah pelatihan selesai dan akhirnya menjadi "sampah digital".
"Jangan sampai setelah diklat selesai, aplikasinya ikut berhenti. Semua inovasi yang sudah dibuat harus terus digunakan untuk mendukung pendidikan Jawa Tengah yang berkualitas, adaptif, dan inklusif," katanya.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Ngopeni SMK. Inovasi ini berfokus pada penguatan karakter dan pendampingan lulusan sekolah menengah kejuruan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Menurut Sadimin, Jawa Tengah memiliki kawasan industri yang terus berkembang sehingga membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, masih banyak lulusan yang belum mampu bertahan di dunia kerja karena lemahnya kemampuan nonteknis atau soft skills.
"Kompetensi teknis memang penting, tetapi soft skills, karakter, dan daya juang juga harus diperkuat. Harapannya lulusan SMK mampu bekerja sesuai kontrak dan tidak mudah berhenti di tengah jalan," jelasnya.
Keempat inovasi tersebut akan diterapkan terlebih dahulu sebagai pilot project di wilayah masing-masing penggagas. Dinas Pendidikan akan melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyempurnaan sebelum memperluas implementasinya ke seluruh Jawa Tengah.
"Kalau hasilnya baik dan berdampak, tentu akan kami kembangkan ke seluruh Jawa Tengah. Kami juga akan berkolaborasi dengan BPMPTP untuk memastikan setiap inovasi dapat berjalan optimal," kata Sadimin.
Adapun Empat Inovasi tersebut, yakni :
1. PINTAR DI JATENG
Pemanfaatan Business Intelligence Terintegrasi untuk Intervensi Mutu Pendidikan di Wilayah Rentan Sosial
Penggagas: Kristiawan Nurdianto, S.Kom., M.Kom.
Kepala Balai Pengembangan Mutu Pembelajaran dan Teknologi Pendidikan
PINTAR DI JATENG mengusung pemanfaatan Business Intelligence terintegrasi sebagai pendekatan dalam mendukung intervensi mutu pendidikan, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan sosial. Inovasi ini menempatkan pemanfaatan data sebagai bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.
PINTAR DI JATENG juga mendorong terbangunnya proses pengambilan keputusan yang lebih berbasis data (data-driven decision making). Informasi yang sebelumnya tersebar pada berbagai sumber dapat dimanfaatkan secara lebih terintegrasi sehingga memberikan dasar yang lebih kuat bagi perencanaan program, penentuan sasaran, hingga evaluasi kebijakan.
Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menjawab pertanyaan penting: wilayah mana yang membutuhkan intervensi, persoalan apa yang perlu ditangani, serta bentuk intervensi apa yang paling sesuai dengan kondisi wilayah tersebut.
PINTAR DI JATENG : “Data • Insight • Intervensi • Kolaborasi”

2. LENTERA UNGGUL
Penggagas: Deyas Yani Rahmawan, S.STP., M.M.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I
Laboratorium Edukasi dan Ketahanan Pangan Terpadu... hadir sebagai inovasi pembelajaran yang akan diimplementasikan di SMK Negeri 1 Bawen. Program ini menjadi solusi atas berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi pangan... food loss dan food waste... serta ancaman stunting.
Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta didik diajak belajar langsung melalui kebun sekolah, peternakan, pengolahan limbah organik, kantin sehat, dan unit produksi. Dengan LENTERA UNGGUL, diharapkan lahir peserta didik yang peduli terhadap ketahanan pangan, lingkungan, dan memiliki jiwa kewirausahaan untuk masa depan.
LENTERA UNGGUL. Cahaya Perubahan untuk Pendidikan Masa Depan. Belajar, Berkarya, Berdaya
3. SIPENDIKAR 7 KASIAT
Sinergi Penguatan Pendidikan Karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Penggagas: Haris Wahyudi, S.Pd., M.Pd.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II
SIPENDIKAR 7 KASIAT berfokus pada penguatan pendidikan karakter melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Inovasi ini membawa semangat sinergi atara sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mendorong pembiasaan positif sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.
4. NGOPENI SMK
Penguatan Tata Kelola Pembinaan Nilai Industri dan Karakter Kerja untuk Mendukung Kesiapan Kerja Lulusan SMK
Penggagas: Diah Ayu Ratna Sari, ST., MT.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII
NGOPENI SMK diarahkan pada penguatan tata kelola pembinaan nilai industri dan karakter kerja sebagai bagian dari upaya mendukung kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dengan semangat “NGOPENI SMK”, inovasi ini membawa pesan bahwa penguatan pendidikan vokasi merupakan bagian dari investasi untuk pertumbuhan industri dan penyiapan sumber daya manusia Jawa Tengah yang siap kerja.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....