Modul PAUD EMAS Diluncurkan, Empat Desa Jadi Percontohan di Jateng
- 03 Agt 2026 14:08 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemprov Jawa Tengah meluncurkan Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS yang akan diuji coba di empat desa sebagai model penguatan layanan pendidikan anak usia dini berbasis masyarakat.
- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter sehingga membutuhkan metode pembelajaran yang tepat, aman, dan menyenangkan.
- Pemprov Jateng juga menggandeng Fakultas Psikologi Undip untuk memperkuat pendampingan psikologis di PAUD, sekaligus mencegah perundungan dan kekerasan terhadap anak.
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS sebagai upaya memperkuat pendidikan anak usia dini berbasis masyarakat. Program tersebut akan mulai diterapkan melalui proyek percontohan di empat desa pada empat kabupaten di Jawa Tengah.
Peluncuran dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Horison Ultima Sentraland Semarang, Senin 3 Agustus 2026. Modul PAUD EMAS merupakan inisiatif Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Taj Yasin mengatakan pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi anak sejak lahir. Karena itu, pemerintah terus mendorong hadirnya program dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Pendidikan itu dimulai sejak lahir. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan pendidikan, pendampingan, dan program yang tepat bagi anak-anak maupun pendidik di tingkat PAUD,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan modul melalui proyek percontohan di empat desa diharapkan menjadi model penguatan layanan PAUD yang dapat direplikasi di daerah lain. Program tersebut sekaligus menjadi langkah awal membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas dan berbasis masyarakat.
Selain meluncurkan modul, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat layanan PAUD melalui kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Psikologi Undip.
Taj Yasin menjelaskan, keterlibatan psikolog menjadi penting karena berbagai persoalan anak masih ditemukan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Temuan dari program dokter spesialis keliling menunjukkan adanya kasus perundungan hingga kekerasan yang membutuhkan pendampingan lebih serius.
Ia berharap kehadiran Modul PAUD EMAS dan dukungan tenaga psikologi mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan. Menurutnya, pendidikan usia dini juga harus dikemas secara menyenangkan tanpa membebani anak dengan materi pelajaran yang berlebihan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar. Oleh karena itu, penyelenggaraan PAUD memerlukan keterlibatan berbagai pihak mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah, hingga perguruan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan pedoman kepada Bunda PAUD desa yang menjadi lokasi proyek percontohan serta pemberian beasiswa bagi lembaga PAUD. Pemprov Jawa Tengah berharap PAUD EMAS dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini hingga ke tingkat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....