Sudaryono: Korban Keracunan MBG di Semarang Mulai Membaik
- 02 Agt 2026 10:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan kondisi siswa SMKN 6 Semarang yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi terus membaik. Kepastian itu disampaikan setelah Sudaryono menjenguk para siswa yang menjalani perawatan di RS Permata Medika Semarang, Sabtu 1 Agustus 2026 yang dibagikan di akun Instagram Pribadi miliknya.
Sudaryono mengatakan, dari sekitar 700 siswa yang mengalami keluhan mual dan gangguan pencernaan, sebanyak 13 siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas. Namun, berdasarkan hasil pemantauan langsung, kondisi seluruh pasien kini stabil dan menunjukkan perkembangan positif.
"Kami sudah melihat langsung kondisi anak-anak. Alhamdulillah semuanya sudah membaik. Kesehatan dan nyawa seseorang sangat berarti, sehingga kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi," kata Sudaryono.
Ia menegaskan, BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, BGN juga tidak akan mentoleransi pelanggaran maupun penyimpangan dalam pengelolaan program.
Menurut dia, investigasi awal mengindikasikan adanya pelanggaran prosedur dalam proses penyediaan makanan. Makanan diduga dimasak terlalu lama sebelum didistribusikan sehingga kualitasnya menurun saat diterima siswa SMKN 6 Semarang.
"SOP sebenarnya sudah mengatur kapan makanan dimasak, bahan yang digunakan, hingga jenis menu yang boleh disajikan. Kalau semua prosedur dipatuhi, seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi," ujarnya.
Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan. Sejumlah sampel makanan, termasuk daun singkong dan bumbu rendang, telah diperiksa. Hasil pengujian diperkirakan keluar dalam lima hingga tujuh hari kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....