SMKN 6 Semarang Hentikan Sementara Program MBG

  • 01 Agt 2026 18:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang dipastikan dihentikan sementara pada Senin 3 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa dan sejumlah guru beberapa hari lalu.

Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, mengatakan penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang saat ini masih diperiksa oleh Dinas Kesehatan. "Kami meminta pengiriman makanan untuk hari Senin ditunda terlebih dahulu sambil menunggu evaluasi dan hasil uji laboratorium. Anak-anak juga masih trauma, sehingga langkah terbaik untuk sementara dihentikan dulu," ujarnya kepada RRI, Jumat Sabtu 1 Agustus 2026.

Menurut Berti, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, komite sekolah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menentukan langkah selanjutnya terkait pelaksanaan program MBG di sekolah.

Ia menegaskan, belum ada keputusan apakah nantinya distribusi makanan akan tetap dilakukan oleh SPPG yang sama atau dialihkan ke penyedia lain. Seluruh keputusan akan diambil setelah hasil investigasi dan evaluasi selesai dilakukan.

"Apakah nanti tetap menggunakan SPPG yang sama atau berpindah ke SPPG lain, kami belum bisa memastikan. Kami menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari pihak terkait," katanya.

Berti menjelaskan, saat ini kondisi siswa dan guru yang terdampak terus menunjukkan perkembangan positif. Dari sekitar 42 siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas, kini hanya tersisa lima siswa yang masih dirawat dan menunggu izin pulang dari dokter. Sementara seluruh guru yang sempat mengalami keluhan telah dinyatakan sehat.

Ia menyebut gejala yang dialami para siswa dan guru antara lain pusing, mual, muntah, serta diare yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.

Terkait menu yang dikonsumsi sebelum kejadian, Berti mengatakan pada hari pertama siswa menerima rendang ayam dan tumis sayuran, sedangkan pada hari berikutnya menu yang disajikan berupa telur puyuh.

Sementara itu, pihak SPPG telah menyatakan bertanggung jawab atas penanganan korban dengan menanggung seluruh biaya pengobatan siswa dan guru yang terdampak, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....