Polres Purworejo Tegaskan Video Viral Bukan Begal Tapi Tawuran Antarpelajar
- 31 Jul 2026 19:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Video yang menyebut adanya aksi pembegalan di Purworejo dipastikan hoaks. Polres Purworejo menegaskan peristiwa yang viral di media sosial itu adalah pengeroyokan antarpelajar yang dipicu tantangan di media sosial dan konsumsi minuman keras.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim AKP Dwiyono, didampingi Kasi Humas AKP Ida Widaastuti dan Kapolsek Bayan AKP Tulus Priyono saat menggelar konferensi pers pada Kamis, 30 Juli 2026. "Peristiwa terjadi Rabu, 29 Juli 2026 pukul 20.38 WIB di jalan raya Dusun Beji, Kelurahan Sucenjuru Tengah, Kecamatan Bayan," jelas Kasat Reskrim AKP Dwiyono.
Lebih lanjut, AKP Deiyono mengungkapkan, berawal pukul 15.30 WIB, kelompok korban dari salah satu sekolah di Purworejo nongkrong di Jalan Baru Lugosobo, Gebang, sambil minum ciu. Dalam pengaruh alkohol, korban berinisial AU (18) mengirim DM tantangan berkelahi ke kelompok sekolah di Kebumen.
"Kelompok korban sempat konvoi ke Kutoarjo mencari lawan, lalu sebagian pulang. Empat orang termasuk AU melanjutkan minum di Jalan Pahlawan," ungkapnya.
Kemudian saat melintas di TKP, mereka berpapasan dengan rombongan pelaku sekitar 10 sepeda motor dari kelompok sekolah Kebumen dan Kutoarjo. "Korban panik dan tancap gas ke arah GOR. Di sekitar kampus UMP Sucen, korban dipepet. AU dibacok di bagian punggung. Motor korban ditendang hingga jatuh. Para pelaku kemudian kabur," ungkapnya.
"Akibat kejadian itu AU (18), warga Purworejo luka bacok di punggung, AE (18), asal Bener lecet di lutut dan siku karena jatuh dari motor dan S (17), asal Bener tidak luka , sedangkan MS (16), asal Loano luka di siku kiri," imbuh AKP Dwiyono.
Korban S dan MS sudah diperbolehkan rawat jalan dari RSUD Tjitrowardojo Purworejo. Identitas para pelaku saat ini masih dalam proses lidik. "Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 262 ayat (1) dan (2) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang yang mengakibatkan luka," tegasnya.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra melalui Kasi Humas mengimbau keras kepada orang tua dan pelajar. “Jangan mudah terpancing emosi di media sosial. Jauhi miras. Ini akar dari tawuran jalanan. Kami minta sekolah dan orang tua lebih ketat mengawasi pergaulan anak di luar jam sekolah,” tegas AKP Ida Widaastuti.
Polres Purworejo juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan narasi begal yang menyesatkan. "Kasus ini murni tawuran pelajar yang harus dicegah bersama agar tidak memakan korban lebih banyak," pungkas AKP Ida.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....