Polemik Tanah, Kades Mlilir Bandungan Tegaskan Bakal Dikembalikan Jadi Aset Desa
- 30 Jul 2026 16:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kepala Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Jamhari, memberikan penjelasan terkait polemik
Kasus jual beli tanah di Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang menjadi sorotan LSM dan masyarakat. Kepala Desa Mlilir, Jamhari menegaskan, tanah itu ternyata merupakan aset desa, sehingga akan dikembalikan sebagaimana fungsinya.
Persoalan itu terjadi saat ada sebidang tanah yang dibeli seseorang di Desa Mlilir. Tanah itu rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan kandang ayam.
Setelah ditelusuri, kata dia, ternyata tanah itu merupakan set milik Pemerintah Desa Mlilir. "Pembeli awalnya mengira itu bukan aset desa, setelah diketahui statusnya, maka kami inisiatif untuk mengembalikan tanah aset desa, supaya tidak timbul masalah," ungkapnya kepada wartawan di Semarang, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, ketika terjadi transaksi tersebut, tanah ternyata belum tercatat dalam administrasi aset desa. Namun usai penelusuran lebih lanjut, statusnya dipastikan sebagai aset desa sehingga pengembalian dilakukan secara sukarela.
Dirinya mengaku tidak pernah memberikan izin terkait pemasangan spanduk atau MMT di lokasi tanah yang dipersoalkan. Meski demikian, papan atau MMT itu masih terpasang hingga saat ini.
Pihaknya juga mengatakan, telah mengetahui adanya proses audit oleh Inspektorat, tapi tidak tahu kapan tim auditor itu turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan terhadap warga. Seluruh proses audit ini merupakan kewenangan Inspektorat.
Jamhari juga mengungkap persoalan bantuan sosial yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Terkait penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, hal itu menjadi tanggung jawab Kepala Dusun setempat.
Ia berharap, persoalan yang sempat mencuat tidak lagi menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Desa Mlilir serta mendukung pembangunan desa.
"Mari bersama jaga kondusifitas desa, jangan sampai ada persoalan yang memecah belah masyarakat. Pemerintah desa akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga sebagaimana yang selama ini kami lakukan," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....