Marak Curanmor, Kapolsek Genuk Imbau Penghuni Rumah Kos Tingkatkan Kewaspadaan

  • 30 Jul 2026 11:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Polsek Genuk, Polrestabes Semarang mengimbau masyarakat, khususnya penghuni dan pemilik rumah kos untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Genuk.

Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto mengatakan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 pihaknya menerima sembilan laporan kasus curanmor. Sebagian besar kasus terjadi di lingkungan rumah kos, terutama di kawasan Kelurahan Gebangsari.

Menurutnya, rumah kos menjadi sasaran pelaku. Masih banyak rumah kos yang belum dilengkapi sistem keamanan memadai, seperti kamera pengawas (CCTV), penjaga, maupun gerbang yang terkunci dengan baik.

"Rata-rata kejadian curanmor terjadi di tempat kos-kosan. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan," kata Kapolsek.

Ia menjelaskan, para pelaku umumnya memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan. Dengan menggunakan kunci letter T, pelaku mampu merusak rumah kunci sepeda motor dalam waktu sekitar satu menit.

Apabila kendaraan tidak dapat langsung dihidupkan, pelaku akan mendorong motor terlebih dahulu ke lokasi yang lebih aman sebelum menyambungkan kabel untuk menyalakan mesin.

Untuk mengurangi risiko kejahatan, Polsek Genuk mengimbau masyarakat memasang kunci pengaman tambahan atau kunci ganda pada kendaraan. Selain itu, penggunaan perangkat pelacak atau GPS juga dinilai dapat membantu mempercepat proses pencarian apabila kendaraan hilang.

Kapolsek juga meminta para pemilik rumah kos agar meningkatkan sistem keamanan dengan memasang CCTV di titik-titik strategis, menyediakan penjaga kos, serta memastikan gerbang selalu terkunci, terutama pada malam hingga dini hari. Selain memberikan imbauan, Polsek Genuk rutin melaksanakan patroli dan sambang ke kawasan permukiman serta rumah kos untuk mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan.

Menurut Kapolsek, upaya pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka curanmor. Kesempatan yang terbuka akibat lemahnya pengamanan sering dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.

"Kolaborasi antara kepolisian, pemilik rumah kos, dan masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman. Sehingga, niat pelaku melakukan tindak kejahatan dapat dicegah sejak dini," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....