Masih Rendah, Pemanfaatan Kuota Pelatihan Kerja Nasional Kemnaker Baru 50 Persen

  • 29 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Job Fair KOta Magelang

RRI.CO.ID, Kota Magelang – Pemanfaatan kuota pelatihan kerja yang disediakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI masih belum optimal. Dari total 270 ribu slot pelatihan yang disiapkan secara nasional pada 2026, hingga kini baru sekitar separuh yang dimanfaatkan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan(Wamenaker), Afriansyah Noor usai membuka Job Fair Kota Magelang, Rabu, 29 Juli 2026. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan lebih dari 50 ribu slot pelatihan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 220 ribu slot lainnya untuk lulusan baru SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia.

Afriansyah mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan melalui balai-balai pelatihan Kemnaker bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja masyarakat. Namun, hingga saat ini realisasi peserta baru mencapai sekitar 50 persen dari total kuota yang tersedia.

Ia menjelaskan, pelatihan bagi pekerja terdampak PHK difokuskan pada program reskilling dan upskilling agar peserta memiliki kompetensi baru dan dapat beralih ke sektor pekerjaan lain. Sementara itu, pelatihan bagi lulusan baru dilaksanakan melalui kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di berbagai daerah.

Menurut Afriansyah, dunia kerja masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya angka pengangguran, masih banyaknya pekerjaan yang belum layak, hingga ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri. Karena itu, pelatihan kerja menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Muchamad Azis, mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah saat ini mencapai lebih dari empat persen atau sekitar 950 ribu orang. Adapun penyerapan tenaga kerja hingga semester pertama 2026 mencapai sekitar 215 ribu orang, belum termasuk pekerja yang terserap di luar daerah maupun luar negeri.

"Data ini menunjukkan warga Jateng yang sudah bekerja di luar negeri menjadi pekerja migran Indonesia sebanyak 23 ribu orang. Mereka bekerja sebagai pekerja rumah tangga maupun di pabrik," kata Azis.

Ia menambahkan, jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia saat ini sebenarnya lebih banyak dibandingkan jumlah pencari kerja yang mengikuti job fair. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang kerja masih terbuka, namun perlu diimbangi dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Azis mengingatkan para lulusan baru agar tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat soft skill seperti sikap, disiplin, etos kerja, dan mental yang baik. "Jangan sampai attitude-nya kurang baik, tidak disiplin, dan mentalnya kurang bagus," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....