Hadiri Dua Agenda Kemahasiswaan, Wali Kota Semarang Beri Pesan untuk Generasi Muda

  • 28 Jul 2026 14:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberikan pesan penting bagi generasi muda agar berani menyuarakan gagasan dan tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri dua agenda kemahasiswaan di Kota Semarang, Senin, 27 Juli 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap peran aktif generasi muda.

Agenda pertama yang dihadiri Agustina adalah Munas BEM SI XIX Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026. Forum bertema "Menjaga Nurani Demokrasi: Konsolidasi Gerakan Mahasiswa untuk Keadilan Sosial dan Masa Depan Indonesia" itu diikuti delegasi BEM dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Munas tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Koordinator Bidang Pangan. Dalam kesempatan itu, Agustina mendorong para mahasiswa memanfaatkan forum nasional tersebut untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

"Ini adalah ruang di mana anak-anak mahasiswa bisa menyuarakan. Kita support, makanya kita semua hadir untuk mereka berani menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya," ujar Agustina.

Ia mengatakan pengalamannya sebagai mantan aktivis mahasiswa membuatnya memahami pentingnya ruang dialog bagi generasi muda. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen menjadikan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mengawal arah pembangunan daerah.

Pada hari yang sama, Agustina juga menghadiri Kompetisi Debat Piala Wali Kota yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Soegijapranata Catholic University (SCU). Berbeda dengan Munas BEM SI, dalam kegiatan tersebut mahasiswa berperan sebagai penyelenggara yang membina 36 siswa dari 12 SMA se-Kota Semarang untuk beradu gagasan.

Menurut Agustina, kompetisi debat menjadi wadah penting bagi pelajar untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan memahami berbagai sudut pandang. Keterampilan tersebut dinilai semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"AI bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai manusia. Namun kualitas manusia yang menggunakannya tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilannya," katanya.

Ia menambahkan, kemampuan berpikir, memahami konteks, dan menentukan sikap merupakan bekal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Oleh sebab itu, mahasiswa maupun pelajar diharapkan terus mengembangkan kapasitas intelektual agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Melalui kehadirannya pada dua agenda kemahasiswaan tersebut, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya mendukung ruang-ruang pengembangan mahasiswa dan pelajar. Dukungan itu diwujudkan melalui fasilitasi forum penyampaian aspirasi sekaligus apresiasi terhadap kegiatan yang mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, adaptif, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....