Jawa Tengah Percepat Penerapan Industri Hijau Lewat Pembinaan dan Pengawasan
- 24 Jul 2026 13:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Penerapan industri hijau terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Melalui pembinaan, pengawasan, serta penilaian kinerja perusahaan, implementasi industri hijau diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus menekan pencemaran lingkungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Adrianus Pandie, mengatakan industri hijau tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi. Akan tetapi, juga memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga.
"Konsep ini mendorong perusahaan untuk tidak sekadar taat terhadap regulasi. Tetapi juga melampaui kepatuhan melalui efisiensi energi dan air, pengurangan emisi dan limbah, perlindungan keanekaragaman hayati, serta inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya saat dilaog di RRI Semarang, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, perusahaan yang menerapkan industri hijau harus memenuhi berbagai indikator, mulai dari kepatuhan terhadap baku mutu air limbah dan emisi, efisiensi penggunaan energi dan air, pengurangan limbah, hingga perlindungan keanekaragaman hayati. Selain itu, perusahaan juga didorong memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan lingkungan.
DLHK Jawa Tengah menjalankan dua pendekatan dalam mendorong implementasi industri hijau, yakni pembinaan dan pengawasan. Pembinaan dilakukan melalui sosialisasi, bimbingan teknis, serta pendampingan, sedangkan pengawasan dilaksanakan melalui inspeksi lapangan, evaluasi, dan pemantauan terhadap laporan pengelolaan lingkungan perusahaan.
Ia menjelaskan, kinerja lingkungan perusahaan juga dievaluasi melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dengan kategori emas, hijau, biru, merah, hingga hitam. "Kalau merah ini juga berpengaruh terhadap investasi, bank juga akan melihat kinerja lingkungannya, sehingga menjadi pertimbangan ketika perusahaan mengajukan pembiayaan untuk pengembangan usaha," katanya.
Selain melakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah, DLHK juga berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dalam penyusunan kebijakan, pendampingan teknis, hingga pemberian apresiasi kepada perusahaan yang berhasil meningkatkan kinerja lingkungannya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan industri hijau di berbagai sektor industri.
Penerapan industri hijau dinilai memberikan manfaat jangka panjang berupa meningkatnya kualitas air, udara, dan tanah, penggunaan sumber daya yang lebih efisien, serta pengendalian emisi gas rumah kaca. Kondisi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus memperkuat daya saing industri Jawa Tengah di tengah tuntutan perdagangan global.
DLHK Jawa Tengah mengajak dunia usaha, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan industri yang berkelanjutan. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan industri tetap berjalan seiring dengan terjaganya kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.(imm)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....