Iran Bidik Jawa Tengah sebagai Mitra Strategis Pengembangan Ekonomi
- 22 Jul 2026 16:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Republik Islam Iran membidik Jawa Tengah sebagai mitra strategis untuk pengembangan kerja sama ekonomi, teknologi, hingga wisata religi. Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam pertemuan itu, Iran mendorong penguatan kerja sama yang selama ini lebih banyak terjalin di bidang budaya dan diplomasi. Kini, fokus kolaborasi diarahkan pada sektor ekonomi yang dinilai memiliki potensi besar untuk kedua pihak.
“Kami menyarankan untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi. Karena, kerja sama di bidang budaya dan juga politik serta di organisasi internasional sangat baik antara kedua negara,” kata Boroujerdi.
Iran menawarkan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, peternakan, ketahanan pangan, hingga keamanan energi. Selain itu, Negeri Persia juga membuka peluang pengembangan wisata religi melalui paket perjalanan ke kota-kota dan situs bersejarah Islam di Iran.
Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup rencana kerja sama antardaerah melalui skema sister city antara Kota Semarang dan Kota Yazd. Kedua pihak juga menjajaki peluang sister province yang diharapkan menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih luas.
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut positif tawaran tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya Jawa Tengah memperluas jejaring internasional. Menurutnya, kerja sama itu tidak hanya berpotensi mendatangkan investasi, tetapi juga membuka akses transfer teknologi bagi masyarakat Jawa Tengah.
Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah pengembangan peternakan sapi perah di Iran yang mampu menghasilkan produksi susu hingga sekitar 30 liter per ekor per hari. Angka tersebut jauh di atas rata-rata produksi peternak sapi perah di Jawa Tengah yang masih berkisar 10–15 liter per ekor per hari.
Selain peternakan, Iran juga dinilai unggul dalam pengembangan teknologi drone pertanian, teknologi kedokteran, dan sektor pendidikan. Berbagai pengalaman tersebut berpotensi menjadi sumber pembelajaran untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.
“Kalau teknologi mereka lebih maju dan bisa diterapkan di Jawa Tengah, tentu akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Itu yang ingin kita pelajari,” ujar Luthfi.
Untuk memperkuat kerja sama ekonomi, Pemprov Jawa Tengah menawarkan sejumlah proyek strategis kepada investor Iran. Peluang investasi itu meliputi sektor energi hijau, pengolahan sampah menjadi energi, green hospital, kawasan perikanan terpadu, industri pengolahan garam, hingga pengembangan pariwisata.
Hubungan dagang Jawa Tengah dan Iran sendiri telah berlangsung cukup lama. Pada 2025, nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah ke Iran mencapai sekitar US$7,43 juta dengan neraca perdagangan yang masih surplus.
Sementara itu, realisasi investasi Iran di Jawa Tengah selama periode 2022 hingga Triwulan I 2026 baru mencapai sekitar Rp612 juta. Investasi tersebut mayoritas berada di Jepara, khususnya pada sektor pemanfaatan dan pengolahan ukiran kayu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....