Kemarau Panjang, Ratusan Hektare Sawah di Pati Mengering

  • 22 Jul 2026 13:56 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Tambahagung, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kekeringan akibat kemarau panjang dan minimnya pasokan air irigasi.
  • Petani terpaksa mencari alternatif komoditas yang lebih tahan cuaca ekstrem karena lahan sawah tidak dapat ditanami padi.
  • Sebagian petani beralih menanam kacang hijau untuk mengurangi risiko kerugian, namun tanaman tersebut juga mulai terdampak oleh kekeringan yang berkepanjangan.

RRI.CO.ID, Pati – Kekeringan akibat kemarau panjang melanda ratusan hektare lahan pertanian di Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Minimnya pasokan air irigasi membuat lahan sawah tidak dapat ditanami padi sehingga petani terpaksa mencari alternatif komoditas yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

Sebagian petani memilih beralih menanam kacang hijau sebagai upaya mengurangi risiko kerugian selama musim kemarau. Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil karena tanaman kacang hijau juga mulai terdampak kekeringan.

Petani Desa Tambahagung, Sriati, mengatakan kekeringan semakin parah sejak awal Juli akibat tidak adanya pasokan air untuk mengairi lahan pertanian."Di sini tidak ada lagi suplai air yang tersisa untuk mengairi seluruh lahan pertanian di musim kemarau," kata Sriati.

Menurut Sriati, keputusan menanam kacang hijau diambil karena tanaman tersebut dinilai lebih mampu bertahan dibanding padi saat musim kemarau. Meski demikian, cuaca yang semakin ekstrem membuat sebagian tanaman mulai mengering dan terancam gagal panen.

Kondisi serupa dialami petani lainnya, Kasmini. Ia mengaku kemarau panjang memaksa petani kembali mengurungkan niat menanam padi.

"Kemarau panjang ini memaksa petani kembali meninggalkan tanaman padi. Berisiko gagal panen seperti musim sebelumnya," ujar Kasmini.

Kini, para petani hanya berharap tanaman kacang hijau yang masih bertahan dapat tumbuh hingga masa panen. Hasil panen tersebut diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan di tengah sulitnya bercocok tanam akibat minimnya ketersediaan air.

Para petani berharap segera turun hujan atau tersedia pasokan air irigasi agar lahan pertanian kembali produktif. Dengan begitu, mereka dapat kembali menanam padi dan mengurangi risiko kerugian akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. (agp)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....