PWI Jateng-Semen Gresik Gelar UKW, Perkuat Ekosistem Pers Kredibel
- 21 Jul 2026 15:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai upaya memperkuat profesionalisme insan pers di tengah maraknya disinformasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital. Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan PT Semen Gresik itu diharapkan mampu menjaga kualitas produk jurnalistik sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap media.
UKW berlangsung di Hotel Whiz Semarang pada Selasa-Rabu, 21-22 Juli 2026 dan diikuti 18 peserta dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama. Kegiatan tersebut menjadi wadah peningkatan kompetensi wartawan agar tetap adaptif, profesional, dan berpegang teguh pada etika jurnalistik.
Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo, mengatakan, sejak pertama kali diluncurkan pada Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Palembang, UKW PWI telah melahirkan lebih dari 21 ribu wartawan yang kompeten. Meski materi ujian terus berkembang mengikuti perubahan platform media, prinsip dasar jurnalistik tetap tidak berubah.
"UKW masih tetap diperlukan agar wartawan melahirkan produk bermutu dari sisi akurasi, objektif, dan berimbang. Itu bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa memberikan arah, memberikan panduan, dan memberikan asupan atau kontribusi," ucap Sasongko.
Senior Manager Communications & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, menilai pers merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan perusahaan maupun pembangunan daerah. Oleh karena itu, pihaknya mendukung penyelenggaraan UKW sebagai upaya mencetak wartawan yang kompeten dan berintegritas.
"Narasi yang edukatif, berimbang, kredibel akan lahir dari para wartawan yang berkompeten, berintegritas dan teruji. Oleh sebab itu, kami merasa bangga dan terhormat dapat berkomitmen penuh sebagai sponsor kegiatan UKW ini," ujar Taufik.
Menurut Taufik, derasnya arus informasi di era digital berpotensi memicu penyebaran disinformasi. Melalui UKW, kapasitas wartawan diharapkan semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan informasi yang akurat dan dipercaya masyarakat.
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, menegaskan seorang wartawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam menyusun berita. Wartawan juga wajib menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, hukum pers, serta berbagai pedoman pemberitaan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan wartawan menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan menggantikan peran wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Sebagai wartawan harus mengendalikan AI, bukan dikendalikan AI. Di sana Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 tentang bagaimana dengan AI hanya sebagai alat bantu bukan sebagai pengganti tugas jurnalistik," ujar Iwan seraya mengajak para peserta untuk tetap riang gembira dalam menempuh setiap tahapan ujian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....