Di Hadapan PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Maju di Muktamar ke-35 NU
- 16 Jul 2026 17:07 WIB
- Semarang
Poin Utama
- KH. Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, mengumumkan pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU mendatang di hadapan Ketua PCNU se-Jawa Tengah di Salatiga pada 15 Juli 2026.
- Rozin menekankan bahwa keputusannya untuk maju bukan dimotivasi oleh keinginan memperruncing persaingan antartokoh, melainkan untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan organisasi dan menyiapkan masa depan NU yang lebih baik.
RRI.CO.ID, Semarang - Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. Abdul Ghaffar Rozin menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Hal tersebut disampaikannya pada Muktamar NU mendatang, di hadapan Ketua PCNU se-Jawa Tengah di Salatiga, Rabu malam 15 Juli 2026
Forum yang dihadiri perwakilan PCNU se-Jawa Tengah itu semula menjadi ruang diskusi mengenai dinamika organisasi dan arah perjalanan NU menjelang Muktamar. Namun dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin juga menyampaikan keputusan pribadinya untuk ikut berikhtiar dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.
Dalam penyampaiannya, Gus Rozin menegaskan bahwa langkah tersebut bukan didorong oleh keinginan untuk memperuncing persaingan antartokoh. Menurutnya, yang lebih penting adalah mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi organisasi serta menyiapkan masa depan NU yang lebih baik.
“Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada,” ujar Gus Rozin. Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk maju tidak diambil secara tiba-tiba.

Ia mengaku telah melakukan perenungan dan berdiskusi dengan sejumlah sahabat serta pengurus NU di berbagai daerah. “Setelah berpikir lama dan sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini,” ungkapnya.
"Ini merupakan ikhbar sekaligus meminta doa kepada para Ketua PCNU se-Jawa Tengah. Saya melakukan ini karena saya berangkat dari Jawa Tengah, dan saya merasa bahwa para Ketua PCNU ini bukan orang lain,” ujarnya.
Meski menyatakan maju dalam kontestasi, Gus Rozin menekankan perlunya memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan gagasan untuk masa depan NU. Dalam forum tersebut, ia kembali menyampaikan visinya mengenai NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat.
“Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta,” katanya.
Pengasuh Pesantren Maslakul Huda-Pati ini juga mengajak seluruh jajaran PCNU seJawa Tengah untuk menjadikan Muktamar sebagai momentum konsolidasi dan penguatan organisasi, bukan arena yang memperlebar perbedaan.
“Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta,” kata Gus Rozin.
Menjelang berakhirnya acara, Gus Rozin kembali menegaskan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di seluruh tingkatan organisasi. Ia berharap seluruh warga NU dapat menempatkan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.
Silaturahim PCNU se-Jawa Tengah tersebut ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus menjaga komunikasi serta memperkuat konsolidasi organisasi dalam menyongsong Muktamar yang damai, bermartabat, dan membawa kemanfaatan bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....