Raja Dangdut Rhoma Irama: Pelantikan PAMDI Jateng Paling Sukses

  • 15 Jul 2026 17:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI), Haji Rhoma Irama, menyebut pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAMDI Jawa Tengah periode 2026–2031 sebagai pelantikan PAMDI paling sukses yang pernah dihadirinya di Indonesia. Penilaian itu disampaikan saat menghadiri pelantikan 51 pengurus PAMDI Jawa Tengah di Auditorium RRI Semarang, Rabu 15 Juli 2026.

Raja Dangdut itu juga mengapresiasi komposisi kepengurusan PAMDI Jawa Tengah yang dinilainya berisi orang-orang dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk memajukan organisasi sekaligus mengembangkan industri musik dangdut di Jawa Tengah.


Di tengah perkembangan era digital, Rhoma menilai musik dangdut justru memiliki peluang semakin besar untuk berkembang. Berbagai festival dangdut yang digelar di dalam maupun luar negeri menjadi bukti bahwa dangdut semakin diterima di tingkat internasional.

Bahkan, PAMDI telah memiliki cabang di Amerika Serikat yang rutin menggelar festival dangdut dan melahirkan penyanyi-penyanyi berbakat. Perkembangan serupa juga terjadi di Jepang. "Ya, saya rasa dengan adanya festival-festival dangdut itu sudah seperti di beberapa televisi. Di samping kita sudah bikin festival Festival Dangdut ASEAN, sudah se-Asia Dangdut ini ada festival," ujarnya.

Rhoma optimistis upaya mendaftarkan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO akan semakin mengangkat citra Indonesia di mata dunia. "Insyaallah kalau sudah terdaftar UNESCO sebagai warisan budaya tak benda ya, itu akan mengangkat citra Indonesia melalui sidang di United Nations Internasional," kata Rhoma.

Sementara itu, Ketua DPD PAMDI Jawa Tengah, Santoso, mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk menyusun program kerja organisasi, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

"Setelah pelantikan ini kami akan segera melaksanakan Rapat Kerja Daerah untuk menyusun program-program kerja ke depan, mulai dari program jangka pendek, menengah hingga jangka panjang," kata Santoso.

Pada program jangka pendek, PAMDI Jawa Tengah akan memprioritaskan konsolidasi organisasi dengan memperkuat kepengurusan di tingkat daerah. Salah satunya melalui pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten dan kota yang hingga kini belum memiliki kepengurusan.

Saat ini, baru 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang telah memiliki DPC PAMDI aktif. Padahal, Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten/kota sehingga masih terdapat 20 daerah yang menjadi target pembentukan kepengurusan baru.

Selain memperkuat struktur organisasi, PAMDI Jawa Tengah juga akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah. "Kami ingin membangun sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota agar program PAMDI bisa berjalan bersama dengan pemerintah dalam mengembangkan musik dangdut sebagai bagian dari budaya Indonesia," ujarnya.

Tak hanya itu, organisasi juga tengah menyiapkan ajang Raja dan Ratu Dangdut Jawa Tengah sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian talenta penyanyi dangdut dari berbagai daerah di Jawa Tengah. "Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan penyanyi-penyanyi dangdut berkualitas sekaligus memperkuat eksistensi musik dangdut di tingkat regional," ucap Santoso.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....