Cegah Bullying dan Tawuran, Pemkot Pekalongan Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman

  • 08 Jul 2026 15:06 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pokja BASN
  • MPLS Ramah Anak

RRI.CO.ID, Pekalongan- Pemerintah Kota Pekalongan membentuk Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BASN) untuk memperkuat perlindungan peserta didik dari berbagai ancaman di lingkungan pendidikan. Pokja tersebut diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, tawuran, hingga balap liar yang melibatkan pelajar.

Pengukuhan Pokja BASN melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi profesi, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Keterlibatan lintas sektor itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, menegaskan pembentukan Pokja BASN bukan sekadar memenuhi aspek administratif. Menurutnya, komitmen seluruh anggota menjadi kunci keberhasilan dalam mengawal dunia pendidikan di Kota Pekalongan.

"Yang penting adalah tetap konsisten dan berkomitmen, mudah-mudahan ke depan kita bisa mengawal dunia pendidikan di Kota Pekalongan menjadi lebih baik lagi. Jika ada aduan atau permasalahan, nantinya bisa disampaikan melalui Pokja ini," ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia mengatakan Pokja BASN juga akan berperan melakukan pengawasan, pendampingan, serta menindaklanjuti berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekolah. Dengan demikian, setiap laporan dapat ditangani secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan Pokja BASN dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota. Kelompok kerja tersebut diketuai secara ex officio oleh Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, dengan melibatkan 25 anggota.

Menurut Mabruri, Pokja BASN memiliki sejumlah tugas strategis, mulai dari mengampanyekan budaya sekolah aman dan nyaman hingga meningkatkan kapasitas warga sekolah. "Keanggotaan terdiri dari OPD terkait, organisasi profesi, komunitas, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama yang bersinergi untuk mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman," jelasnya.

Selain itu, kelompok kerja ini juga memfasilitasi pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip sekolah aman dan nyaman. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan berharap seluruh satuan pendidikan menjadi ruang belajar yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....