Siapkan 72 Ribu Bibit Jati Unggul, Perhutani Purwodadi Genjot Produktivitas Hutan

  • 08 Jul 2026 14:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menyiapkan 72 ribu bibit jati unggul untuk mendukung kegiatan penanaman pada musim hujan mendatang. Bibit tersebut dikembangkan melalui persemaian seluas 0,25 hektare di lahan pekarangan dinas Kantor BKPH Jatipohon.

Untuk memastikan kualitas bibit tetap terjaga, Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan bersama jajaran melakukan monitoring langsung ke lokasi persemaian, Selasa, 7 Juli 2026. Pemantauan dilakukan terhadap seluruh tahapan pembibitan agar menghasilkan bibit yang sehat dan siap tanam.

Tim memeriksa kondisi media tanam, pertumbuhan semai, sistem penyiraman, sanitasi persemaian, hingga kesiapan tenaga kerja. Seluruh proses dilakukan sesuai standar teknis guna meningkatkan keberhasilan tanaman saat ditanam di kawasan hutan.

Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, mengatakan penyediaan bibit unggul menjadi fondasi penting dalam keberhasilan pembangunan hutan. Menurutnya, kualitas bibit akan menentukan tingkat keberhasilan penanaman di lapangan.

"Bibit merupakan fondasi awal keberhasilan pembangunan hutan. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh proses persemaian dilakukan secara profesional dengan menggunakan benih unggul hasil riset Perhutani Forestry Institute," ujar Henry.

Ia menambahkan, kegiatan persemaian juga menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Peningkatan tutupan hutan diharapkan mampu mendukung konservasi sumber daya alam, menjaga tata air, serta meningkatkan penyerapan emisi karbon.

Sementara itu, Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menjelaskan seluruh tahapan persemaian diawasi secara ketat mulai dari penyemaian hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pengawasan tersebut dilakukan agar kualitas bibit tetap terjaga hingga siap ditanam.

"Kami berkomitmen menghasilkan bibit yang sehat, seragam, dan siap tanam. Setiap tahapan dikerjakan sesuai standar operasional agar kualitas bibit tetap terjaga. Dengan bibit yang berkualitas, diharapkan tingkat keberhasilan tanaman di lapangan akan semakin tinggi sehingga tujuan pelestarian hutan dapat tercapai secara optimal," kata Tutut.

Keberadaan persemaian juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Salah satunya Supardi, warga Desa Sinawah, yang terlibat dalam proses pembibitan sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai teknik persemaian.

"Saya merasa bangga bisa ikut berperan dalam menyiapkan bibit jati untuk hutan Perhutani. Selain memperoleh tambahan penghasilan, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang cara merawat bibit agar tumbuh sehat. Semoga bibit-bibit ini nantinya bisa tumbuh menjadi hutan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ungkap Supardi.

Melalui penyediaan 72 ribu bibit jati unggul tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap dapat mendukung keberhasilan program penanaman hutan secara berkelanjutan. Upaya itu juga diharapkan memperkuat fungsi ekologis kawasan hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....